Acehvoice.net – Sebanyak 53 titik panas atau hotspot terpantau di sejumlah wilayah Provinsi Aceh berdasarkan pemantauan satelit oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM). Data ini dihimpun dari satelit MODIS Terra dan Aqua, serta Suomi NPP dan NOAA20/VIIRS.
Prakirawan cuaca BMKG SIM, Dedi, menyampaikan bahwa Kabupaten Aceh Jaya mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni sebanyak 10 titik. Rinciannya tersebar di Kecamatan Panga (3 titik), Sampoiniet (4 titik), Setia Lue Bakti (1 titik), dan Teunom (3 titik).
Selain Aceh Jaya, Kabupaten Gayo Lues juga mengalami peningkatan signifikan jumlah hotspot, yakni sebanyak 9 titik. Titik panas tersebut tersebar di Kecamatan Blangkejeren (2 titik), Rikit Gaib (6 titik), dan Terangon (1 titik).
“Saat ini suhu maksimum di beberapa wilayah Aceh berkisar antara 35 hingga 36 derajat Celsius. Indeks sinar ultraviolet (UV) juga menunjukkan kategori sangat tinggi hingga ekstrem, terutama pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB,” ujar Dedi, pada Minggu, 6 Juli 2025.
Dengan kondisi cuaca panas ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kesehatan. Paparan sinar UV dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan dehidrasi, gangguan pada kulit, hingga kerusakan mata.
Dedi menyarankan agar masyarakat menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan. “Gunakan topi, kacamata hitam, jaket, dan tabir surya untuk meminimalkan risiko kesehatan akibat paparan sinar matahari,” ujarnya.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi cuaca ekstrem lokal, seperti hujan lebat yang bisa terjadi pada sore atau malam hari akibat pemanasan maksimal di siang hari. Fenomena ini dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir atau longsor di beberapa wilayah dataran tinggi.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dari BMKG dan mengurangi aktivitas luar ruangan saat indeks UV berada pada level berbahaya. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif dari kondisi cuaca ekstrem yang saat ini melanda Aceh

























