Acehvoice.net – Aceh Utara, 8 Juni 2025 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Malikussaleh, Aceh Utara, mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah hulu Aceh pada Minggu (8/6/2025).
Menurut prakirawan BMKG, Kharendra Muiz, kondisi cuaca di wilayah tersebut diperkirakan cerah berawan pada pagi hingga siang hari, namun berpotensi berubah drastis pada sore hari akibat pertumbuhan awan konvektif. Awan jenis ini sering kali menjadi pemicu cuaca buruk seperti hujan deras, angin kencang, hingga petir.
“Wilayah hulu seperti Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara bagian selatan, Bireuen bagian selatan, dan Aceh Timur bagian tengah berpotensi mengalami pertumbuhan awan konvektif di sore hari,” ujar Muiz saat dihubungi oleh Acehvoice.
Suhu udara pada pagi hingga siang hari diperkirakan berada di kisaran 30 hingga 33 derajat Celsius dengan kecepatan angin antara 6 hingga 15 km/jam. Namun, saat awan konvektif mulai terbentuk, kecepatan angin bisa meningkat signifikan hingga 30 km/jam.
Untuk wilayah pesisir, tinggi gelombang laut diperkirakan antara 0,1 hingga 0,4 meter. Sementara di perairan sekitar 20 kilometer dari garis pantai, gelombang laut dapat mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.
BMKG juga memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang berencana menghabiskan akhir pekan di daerah dataran tinggi seperti Gunung Salak, Bener Meriah, dan Takengon. Cuaca ekstrem yang bisa tiba-tiba berubah berpotensi menimbulkan hujan lebat, kabut tebal, dan angin kencang di sore hari.
Sebagai tambahan informasi, awan konvektif terbentuk dari naiknya udara hangat dan lembap yang kemudian mendingin dan membentuk awan vertikal. Proses ini bisa memicu terbentuknya cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi prakiraan cuaca resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi demi keselamatan bersama.


























