Acehvoice.net, Banda Aceh – Ketua Ikatan Pensiunan Bank Aceh Syariah (IP BAS), H Aminullah Usman, mengungkapkan kritik terkait pergantian posisi Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah (BAS). Aminullah menilai bahwa rotasi tersebut dilakukan pada waktu yang kurang tepat mengingat kinerja operasional Bank Aceh yang sedang menunjukkan tren positif, seperti peningkatan deviden, rasio kecukupan modal (CAR) yang baik, dan pertumbuhan aset yang terus meningkat.
Aminullah yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama Bank Aceh selama dua periode tersebut, menyatakan bahwa perubahan pada posisi puncak BAS tidak perlu dilakukan pada saat bank tengah berada dalam kondisi yang baik.
“Bank Aceh saat ini malah sedang eksis dalam hal kinerja operasional, seperti deviden yang meningkat, CAR yang baik, serta total aset yang terus tumbuh. Seharusnya, tidak terjadi penggantian Plt Dirut di tengah pencapaian ini,” ujar Aminullah
Menurut Aminullah, seharusnya rotasi jabatan di Bank Aceh dilakukan dengan lebih hati-hati, terlebih dalam situasi yang sedang terjadi di Aceh, yakni masa pemerintahan transisi. Dia berpendapat bahwa keputusan tersebut kemungkinan besar diambil berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Aceh Syariah yang diadakan pekan lalu. Namun, ia merasa bahwa kebijakan tersebut terasa terlalu dipaksakan dalam situasi yang tengah berlangsung.
“Saya pikir kebijakan itu juga hasil dari RUPS BAS pekan lalu, dan kesannya terlalu dipaksakan, dalam kondisi pemerintahan transisi di Aceh,” ujar mantan Walikota Banda Aceh tersebut.
Aminullah juga menekankan bahwa bank adalah lembaga yang sangat sensitif dan memerlukan penanganan yang sangat terukur dan presisi tinggi, terutama dalam hal pergantian manajemen.
“Bank adalah usaha yang khas, butuh penanganan yang sangat terukur serta dengan presisi tinggi, termasuk kebijakan dalam pergeseran personal di manajemen. Setiap kebijakan yang tidak presisi atau tindakan yang tidak tepat akan merugikan lembaga, termasuk menurunkan kepercayaan nasabah dan masyarakat secara umum,” tambahnya.
Sebagai informasi, M. Hendra Supardi telah resmi ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank Aceh Syariah (BAS), menggantikan Fadhil Ilyas yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Dirut sekaligus Direktur Bisnis Bank Aceh Syariah. Penunjukan Hendra dilakukan setelah Dewan Komisaris Bank Aceh melakukan review dan menerbitkan Surat Keputusan terkait perubahan tersebut.
M. Hendra Supardi sebelumnya menjabat sebagai Direktur Dana dan Jasa di Bank Aceh Syariah dan diharapkan dapat mengemban tugas baru dengan baik dalam mengelola dan memimpin bank tersebut menuju kesuksesan lebih lanjut. Perubahan tersebut, meskipun dinilai penting untuk beberapa aspek internal bank, juga menjadi sorotan di tengah situasi yang sedang berkembang di Aceh, terutama terkait dengan keputusan penggantian di posisi yang sangat strategis tersebut.
Aminullah juga mengingatkan bahwa pengelolaan risiko yang matang dan kepemimpinan yang stabil sangat penting dalam menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat terhadap lembaga perbankan. Dalam hal ini, rotasi pimpinan di bank yang memiliki peran sentral dalam perekonomian daerah harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Aminullah berharap keputusan terkait pergantian pimpinan di Bank Aceh Syariah harus melalui pertimbangan yang lebih mendalam agar tidak menimbulkan ketidakpastian di kalangan nasabah dan masyarakat.
Sebagai mantan Walikota Banda Aceh, Aminullah menyadari betul pentingnya stabilitas dalam pengelolaan institusi penting seperti Bank Aceh Syariah, yang selama ini berperan sebagai pilar utama dalam mendukung perekonomian masyarakat Aceh. Oleh karena itu, setiap langkah yang diambil oleh Dewan Komisaris harus dipertimbangkan dengan matang, terutama terkait dengan keberlanjutan dan pengembangan kinerja bank.


























