Acevoice.net – Kompetisi Liga 4 PSSI Aceh 2025 diwarnai polemik. Al-Farlaky FC melayangkan protes keras kepada Komite Disiplin (Komdis) PSSI Aceh atas dugaan ketidaknetralan perangkat pertandingan yang merugikan tim mereka dalam beberapa laga penting.
Keputusan Kontroversial di Tiga Laga
Dalam pertandingan melawan Persidi Idi (12 Februari 2025), wasit awalnya memberikan tendangan bebas untuk Persidi di luar kotak penalti, namun setelah protes keras dari pihak lawan, keputusan berubah menjadi penalti. Keputusan yang plin-plan ini memicu ketegangan, hingga pertandingan ditunda dan dilanjutkan dua hari kemudian. Meski demikian, Al-Farlaky FC akhirnya menang dengan skor 4-2.
Di laga melawan PSBL Langsa, Al-Farlaky FC kembali merasa dirugikan setelah beberapa insiden, seperti dugaan handsball di kotak penalti lawan, tidak dianggap pelanggaran oleh wasit. Pertandingan ini berakhir dengan kemenangan PSBL Langsa 3-2.
Kontroversi terbesar terjadi saat Al-Farlaky FC menghadapi PSLS Lhokseumawe (16 Februari 2025). Pada menit ke-69, gol PSLS yang awalnya dianulir karena pelanggaran terhadap kiper Al-Farlaky FC, justru disahkan setelah diskusi antara wasit dan hakim garis. Kericuhan pun terjadi, menyebabkan pertandingan ditunda.
Dugaan Praktik “Bola Gajah”
Tak hanya itu, berdasarkan pers rilis yang diterima acehvoice.net, pertandingan antara Persidi Idi vs PSBL Langsa yang dijadwalkan setelah laga Al-Farlaky FC vs PSLS Lhokseumawe justru tidak dimainkan, meski waktu tersedia. Dugaan adanya skenario pertandingan “bola gajah” pun muncul, di mana kedua tim disebut-sebut ingin menunggu hasil laga Al-Farlaky FC sebelum menentukan hasil pertandingan mereka demi memastikan lolos ke semifinal.
Tuntutan Al-Farlaky FC
Presiden Klub Al-Farlaky FC, Iskandar Usman Al-Farlaky, menuntut Komdis PSSI Aceh untuk:
- Mengusut dugaan mafia bola yang merusak citra sepak bola Aceh.
- Bertindak tegas terhadap perangkat pertandingan yang dianggap tidak netral.
- Membatalkan hasil laga Al-Farlaky FC vs PSLS Lhokseumawe serta Persidi Idi vs PSBL Langsa.
- Menunda pertandingan semifinal hingga investigasi tuntas.
Surat protes ini juga telah ditembuskan ke PSSI Pusat di Jakarta.
Publik kini menanti langkah tegas Komdis PSSI Aceh dalam menjaga keadilan dan integritas kompetisi. Apakah Liga 4 Aceh akan tetap berjalan jujur, atau malah menjadi sorotan atas dugaan praktik mafia bola?
(Pers rilis resmi Al-Farlaky FC )


























