Acehvoice.net, Aceh Timur – Puluhan nelayan di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, terpaksa mengeruk muara sungai yang dangkal agar dapat melaut kembali. Kegiatan tersebut dilakukan pada Senin, 3 Februari 2025, dengan menggunakan tangan secara manual. Keuchik Gampong Matang Peulawi, Safwadi, menjelaskan bahwa nelayan harus mengeruk pasir secara langsung dengan tangan untuk membuka jalur agar boat mereka dapat melewati muara yang terhambat.
Pasir dikeruk pakai tangan agar bisa kembali dilintasi boat nelayan,” kata Keuchik Gampong Matang Peulawi, Safwadi.
Sungai yang menjadi jalur utama nelayan ini memang sangat dangkal, sehingga boat nelayan kesulitan melintas. Proses pengerukan dilakukan sepanjang 50 meter dengan lebar 5 meter, dan pasir hasil kerukan dimasukkan ke dalam karung. Meskipun demikian, meskipun sudah dikeruk, boat nelayan masih harus menunggu air pasang agar dapat keluar dari muara dan melaut.
“Ada sekitar 40 nelayan keluar masuk menggunakan boat di muara sungai itu. Karena dangkal mereka terpaksa menunggu air laut pasang agar bisa keluar,” ujarnya.
Safwadi menambahkan bahwa nelayan terpaksa mengeruk secara manual karena tidak adanya perhatian atau dukungan dari pemerintah daerah setempat. Pengerukan akan terus dilakukan untuk memastikan nelayan dapat melaut meskipun dalam kondisi serba terbatas. Ini menunjukkan perjuangan nelayan yang harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidup mereka, meski minimnya perhatian dari pihak berwenang.
“Pengerukan itu akan terus dilakukan dengan tangan. Sehingga boat mereka bisa keluar melalui muara sungai itu,” imbuhnya.
Kondisi ini menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mendukung kelangsungan hidup nelayan di Gampong Matang Peulawi.























