Acehvoice.net – Banda Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh semakin serius dalam upaya pengentasan kasus stunting atau gangguan pertumbuhan anak. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggelar Diseminasi Audit Kasus Stunting Tahap Kedua. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 23 September 2024, dan mengangkat tema “Melalui Audit Kasus Stunting Kita Perkuat Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif Lintas Sektor.”
Acara tersebut dibuka oleh Asisten Pemerintahan Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Bachtiar, S.Sos. dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), RSUD Meuraxa, tim pakar audit kasus stunting, serta Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPS) Kota Banda Aceh. Selain itu, camat, kepala Puskesmas, dan keuchik dari gampong sasaran audit juga turut berpartisipasi.
Kepala DP3AP2KB Banda Aceh, Cut Azharida, SH, melalui Kepala Bidang PP dan KB, Intan Indriani, SKM, mengungkapkan bahwa sasaran audit tahap kedua ini mencakup 25 individu, terdiri dari 15 balita, 8 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis (KEK), dan 2 calon pengantin. “Audit tahap kedua sudah dimulai sejak awal September dan dilakukan di 11 wilayah puskesmas yang tersebar di 9 kecamatan. Dengan diseminasi audit kasus stunting ini, kami berharap dapat memetakan faktor penyebab dan risiko terjadinya stunting,” jelas Intan Indriani.
Data dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 menunjukkan bahwa angka stunting di Banda Aceh sebesar 21,7%, mengalami penurunan 3,4% dari tahun 2022 yang mencapai 25,1%. Meskipun ada penurunan, Intan menekankan bahwa kerja keras masih diperlukan untuk mencapai target nasional menurunkan prevalensi stunting menjadi 14%.
“Dengan diseminasi audit kasus stunting tahap kedua ini, kami berharap dapat mengoptimalkan pencegahan dan intervensi yang dilakukan pada remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan anak balita. Ini penting agar kasus stunting tidak terulang lagi,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam upaya penanggulangan stunting. Kolaborasi lintas sektor antara berbagai instansi dan masyarakat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di Banda Aceh. Dengan adanya audit ini, informasi yang diperoleh akan menjadi dasar dalam merumuskan strategi dan kebijakan yang lebih efektif dalam menanggulangi stunting.
Melalui upaya berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. Setiap langkah yang diambil diharapkan dapat membawa perubahan signifikan dalam mengurangi angka stunting, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan optimal dan berkontribusi pada pembangunan masyarakat di masa depan.


























