Acehvoice.net – Banda Aceh, Child grooming atau manipulasi seksual terhadap anak adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan dan memerlukan perhatian serius dari semua orang tua. Dalam konteks ini, perlindungan yang ketat bagi anak-anak menjadi hal yang wajib dilakukan. Psikolog anak dan keluarga, Rika Kristina, menjelaskan bahwa child grooming merupakan usaha yang dilakukan oleh orang dewasa untuk menjalin hubungan emosional yang dekat dengan anak, yang bukan merupakan keluarganya. Tujuan dari hubungan ini sering kali berujung pada tindakan kekerasan atau pelecehan seksual.
Rika menekankan bahwa ada beberapa faktor yang membuat anak-anak rentan terhadap situasi grooming. Salah satu faktor utama adalah minimnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak. Menurutnya, kurangnya perhatian dari orang tua, baik karena mereka absen secara fisik maupun emosional, dapat menciptakan celah bagi groomer untuk masuk.
“Faktor-faktornya termasuk orang tua yang tidak hadir atau ‘absent parent’, kurangnya peran ayah, serta pengabaian dari orang tua. Pengasuhan yang otoriter juga dapat berkontribusi pada masalah ini,” jelas Rika. Ketiadaan perhatian dan kehangatan dari orang tua dapat membuat anak mencari pengakuan dan kasih sayang dari individu dewasa lainnya.
Selain itu, Rika juga menjelaskan bahwa ada beberapa tanda yang bisa diwaspadai oleh orang tua jika anak mereka terindikasi mengalami grooming. Beberapa di antaranya adalah:
- Hubungan Dekat dengan Individu Dewasa: Jika anak menunjukkan kedekatan yang tidak biasa dengan orang dewasa, dan hubungan tersebut mengarah pada dinamika yang lebih romantis, ini patut dicurigai.
- Patuh pada Permintaan Dewasa: Anak yang selalu menuruti perkataan atau permintaan individu dewasa tanpa berpikir kritis bisa jadi sedang berada di bawah pengaruh grooming.
- Menutup Diri dari Lingkungan Sekitar: Jika anak mulai menutup diri dari teman-teman dan hanya mau mendengarkan satu orang dewasa tertentu, ini bisa menjadi sinyal bahwa mereka terjebak dalam situasi grooming.
Sebagai langkah pencegahan, orang tua harus membangun koneksi yang hangat dan penuh perhatian kepada anak. Rika menyarankan agar orang tua lebih aktif berkomunikasi dengan anak dan memperhatikan perubahan perilaku yang mungkin terjadi. Jika anak sudah terindikasi atau terpengaruh oleh groomer, sangat penting untuk mencari bantuan profesional.
“Membangun kembali kepercayaan anak dan menerima mereka apa adanya adalah langkah penting. Kebanyakan kasus grooming memang memerlukan dukungan dari psikolog atau profesional yang berpengalaman,” tutup Rika.
Dengan memahami tanda-tanda grooming dan meningkatkan kehadiran serta keterlibatan dalam kehidupan anak, orang tua dapat berperan aktif dalam melindungi buah hati dari ancaman manipulasi seksual ini. Edukasi tentang child grooming menjadi sangat penting agar anak-anak dapat mengenali situasi yang berbahaya dan merasa aman untuk berbicara kepada orang tua mereka.
























