acehvoice.net – Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mendorong transformasi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui inovasi program digitalisasi pariwisata yang diberi nama “Paris”. Program ini digagas oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Umar, S.Sos., M.AP., sebagai upaya memperluas promosi destinasi wisata serta memudahkan masyarakat mengakses informasi pariwisata daerah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Aceh Utara, Zulkifli, S.Ag., M.Pd., menyatakan dukungan penuh terhadap gagasan perubahan tersebut. Inovasi ini dikembangkan dalam rangka mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Administrator (PKA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI).
Melalui program tersebut, Umar berupaya menghadirkan inovasi yang tidak hanya memenuhi tuntutan pengembangan kompetensi kepemimpinan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik dan pengembangan potensi daerah.
Zulkifli mengatakan, digitalisasi pariwisata menjadi langkah strategis untuk memperkuat promosi destinasi wisata Aceh Utara, terutama wisata Islami yang menjadi salah satu karakteristik daerah.
“Melalui aksi perubahan digitalisasi pariwisata atau ‘Paris’ ini, kami harapkan bisa menjadi wadah promosi pariwisata Islami yang mendukung penyediaan informasi destinasi wisata secara lebih terpadu,” ujar Zulkifli dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Permudah Akses Informasi Destinasi Wisata
Zulkifli menilai transformasi digital merupakan kebutuhan penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat dalam mencari informasi perjalanan.
Melalui sistem informasi pariwisata yang terintegrasi, wisatawan diharapkan dapat mengakses berbagai informasi mengenai destinasi wisata, peta lokasi, jadwal kegiatan budaya, fasilitas pendukung, hingga produk unggulan ekonomi kreatif lokal dengan lebih mudah.
Ketersediaan informasi yang terpadu juga diharapkan membantu wisatawan dari dalam maupun luar daerah dalam merencanakan perjalanan ke berbagai destinasi di Aceh Utara.
Selain menjadi sarana promosi, program “Paris” diarahkan untuk memperkuat keterhubungan antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, potensi lokal tidak hanya dikenal lebih luas, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Dorong UMKM dan Ekonomi Kreatif Lokal
Pengembangan digitalisasi pariwisata diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengrajin, serta pelaku ekonomi kreatif di Aceh Utara.
Peningkatan akses informasi dan promosi destinasi wisata berpotensi memperluas jangkauan pasar produk lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui perangkat daerah terkait berkomitmen mendorong pengembangan inovasi tersebut agar dapat diterapkan secara berkelanjutan. Pelaksanaannya diharapkan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pengelola destinasi, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik pariwisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.
Menutup keterangannya, Zulkifli menyampaikan optimisme terhadap masa depan pembangunan daerah dan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung kemajuan Aceh Utara.
“Aceh Utara bangkit, bangkit, bangkit!” serunya.






















