acehvoice.net – Banda Aceh – 9 Agustus 2026, Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, bersilaturahmi dengan Anggota Komisi V DPR RI sekaligus Ketua PKB Aceh, Haji Ruslan Daud (HRD), di Sekretariat PW PII Aceh, Minggu (9/8/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Haji Ruslan Daud didampingi oleh jajaran pengurus PKB Aceh. Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat dan menjadi ruang dialog antara organisasi kepemudaan dengan perwakilan masyarakat di parlemen.
Sejumlah isu strategis turut dibahas, mulai dari kepemudaan, dinamika politik, hingga pembangunan infrastruktur Aceh, khususnya terkait kebutuhan masyarakat dan percepatan pembangunan pascabencana.
Ketua Umum PW PII Aceh, Mohd Rendi Febriansyah, menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi dan kebutuhan generasi muda Aceh.
Menurutnya, pemuda harus mendapatkan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam proses pembangunan serta pengambilan kebijakan yang menyangkut masa depan Aceh.
“Pemuda Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah. Karena itu, diperlukan ruang partisipasi, pengembangan kapasitas, serta perhatian terhadap persoalan yang dihadapi generasi muda,” ujar Rendi dalam pertemuan tersebut.
Selain persoalan kepemudaan, Rendi juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan Aceh, terutama terkait infrastruktur pascabencana. Ia menekankan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan pembangunan di berbagai daerah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Haji Ruslan Daud menyampaikan sejumlah pandangan dan saran mengenai peran generasi muda dalam kehidupan sosial dan politik. Ia juga memberikan masukan terkait bagaimana organisasi kepemudaan dapat mengambil peran strategis dalam mengawal pembangunan serta menyampaikan aspirasi masyarakat.
Sebagai Anggota Komisi V DPR RI yang membidangi antara lain infrastruktur dan perhubungan, HRD juga memberikan perhatian terhadap persoalan pembangunan infrastruktur di Aceh, termasuk tantangan pembangunan pascabencana.
Pertemuan tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang lebih intensif antara PW PII Aceh, elemen kepemudaan, dan pemangku kebijakan dalam mendorong pembangunan Aceh yang lebih baik.
Silaturahmi ditutup dengan komitmen untuk terus membuka ruang komunikasi dan pertukaran gagasan, khususnya dalam memperjuangkan kepentingan generasi muda serta pembangunan Aceh yang berkelanjutan.


























