Acehvoice.net, ACEH TIMUR – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, mengambil langkah cepat menanggapi keluhan warga terkait dugaan keracunan bau yang muncul akibat proses pembersihan sumur minyak AS9 milik PT Medco E&P Malaka.
“Kita akan pelajari dan turunkan tim untuk memastikan kebenaran peristiwa ini,” ujar Iskandar Usman saat dikonfirmasi, Selasa (12/8/2025).
Politikus Partai Aceh itu menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan lingkungan merupakan prioritas utama yang tidak boleh diabaikan dalam setiap kegiatan operasional perusahaan. Menurutnya, keberadaan industri migas di Aceh Timur harus sejalan dengan standar keamanan dan kesehatan bagi warga sekitar.
“Tentu keselamatan warga yang lebih utama,” tegas Iskandar.
Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima informasi awal dari PT Medco E&P Malaka terkait langkah-langkah mitigasi yang telah dilakukan. Termasuk di dalamnya adalah sosialisasi kepada pemangku kepentingan (stakeholder) terkait potensi dampak dari kegiatan pembersihan sumur minyak tersebut.
“Iya sudah. Bahkan sudah dilakukan sosialisasi dengan stakeholder terkait,” tambah mantan Anggota DPRA itu.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur akan tetap melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan seluruh informasi yang beredar sesuai dengan fakta di lapangan. Dinas terkait akan diturunkan langsung ke lokasi guna melakukan pemantauan, wawancara dengan warga terdampak, dan pengumpulan data lapangan secara menyeluruh.
“Semua diperlukan penyelidikan terkait masalah ini. Kami pastikan dinas terkait turun dan menyampaikan kondisi di lapangan seperti apa,” kata Iskandar.
Langkah ini menunjukkan komitmen Pemkab Aceh Timur dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan keselamatan masyarakat. Iskandar menilai, penyelidikan lapangan adalah kunci untuk menentukan tindak lanjut, baik berupa penegakan aturan maupun upaya mitigasi tambahan dari pihak perusahaan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kesehatan warga dan kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional PT Medco E&P Malaka. Pemerintah daerah berharap hasil investigasi nantinya dapat memberikan kepastian, sekaligus menjadi acuan dalam mencegah kejadian serupa di masa mendatang.


























