Acehvoice.net – Banda Aceh, 31 Mei 2025 – Gerakan Pemuda Subuh (GPS) kembali menggelar kegiatan rutin sholat subuh berjamaah di Masjid Albadar, Gampong Kota Baru, Banda Aceh. Kegiatan ini dilanjutkan dengan diskusi bertajuk Ngobrol Opini Terkini (NGOPI) yang mengangkat tema “Membangunkan Kembali Organisasi Islam di Aceh”.
Acara ini dihadiri oleh para ketua organisasi kepemudaan Islam (OKP Islam) yang ada di Aceh, seperti Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh, Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Aceh, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Pemuda Muhammadiyah Aceh, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Aceh, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aceh, dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh.
Diskusi NGOPI GPS kali ini menghadirkan sejumlah pemateri dari kalangan tokoh agama, aktivis muda, dan akademisi. Di antaranya adalah Ust. Muharrir Asy’ari, Lc., MA (DMI Aceh), Munawar Khalid, S.IP., M.Sos (Ketua Umum PP Prima DMI/GIA), Basri Effendi, SH, MM, M.Kn (akademisi dan inisiator GPS), dan Akmal Iman selaku Presiden GPS.
Turut hadir sebagai pembicara utama adalah Prof. Dr. Mukhlis Yunus, SE., M.S., seorang ekonom, guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, serta mantan Ketua KNPI Kota Banda Aceh. Ia juga dikenal sebagai kader senior PII.

Dalam paparannya, Prof. Mukhlis Yunus menekankan pentingnya membangun kembali eksistensi dan peran strategis OKP Islam di Aceh. Ia memaparkan bahwa untuk menghidupkan kembali OKP Islam yang efektif dan berdampak, diperlukan:
Langkah Strategis:
- Mengidentifikasi Tujuan: Menentukan tujuan dan visi OKP Islam yang jelas dan terarah.
- Membangun Kepemimpinan: Mengembangkan kepemimpinan yang efektif dan berintegritas dalam OKP Islam.
- Menggerakkan Masyarakat Aceh: Menggerakkan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan OKP Islam dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya peran OKP dalam masyarakat.
- Mengembangkan Program. Mengembangkan program-program yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
- Meningkatkan Kerjasama: Meningkatkan kerjasama dengan organisasi lain dan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas OKP Islam.
Tantangan
- Kurangnya Sumber Daya: OKP Islam di aceh mungkin menghadapi keterbatasan sumber daya, baik finansial maupun sumber daya manusia.
- Kurangnya Kesadaran Masyarakat: Masyarakat aceh mungkin kurang sadar akan pentingnya peran OKP Islam dalam masyarakat.
- Persaingan dengan OKP Lain: OKP Islam termasuk di aceh mungkin menghadapi persaingan dengan OKP lain dalam merebut perhatian masyarakat.
Langkah solutif
- Meningkatkan Transparansi: Meningkatkan transparansi dalam pengelolaan keuangan dan program-program OKP Islam.
- Mengembangkan Jaringan. Mengembangkan jaringan dengan organisasi lain dan pemerintah untuk meningkatkan efektivitas OKP Islam.
- Meningkatkan Kualitas Program dan giat khas: Meningkatkan kualitas program-program OKP Islam di aceh untuk meningkatkan kepercayaan atau kredibilitas masyarakat.
Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat dan mengatasi tantangan yang ada, OKP Islam dapat dibangun kembali dan menjadi organisasi yang efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Aceh.
















![[Opini] Muallem: Akar Tradisi Optimisme Aceh](https://acehvoice.net/wp-content/uploads/2024/09/Mualem-350x250.jpg)








