Acehvoice.net – Tgk. Haji Sofyan Mahdi, atau yang akrab disapa Abon Arongan Samalanga, adalah salah satu ulama kharismatik yang sangat berpengaruh di Aceh. Beliau dikenal luas sebagai pimpinan Dayah Tauthiatuth Thullab, sebuah pesantren yang terletak di Desa Arongan, Samalanga, yang menjadi pusat pendidikan Islam tradisional dan spiritual di daerah tersebut.
Pengaruh dan Kharisma
Abon Arongan Samalanga memiliki pengaruh yang sangat besar, tidak hanya di kalangan santrinya, tetapi juga di masyarakat Aceh secara umum. Beliau dihormati karena kedalaman ilmunya, serta sikapnya yang rendah hati dan bijaksana. Sebagai seorang Ulama, Abon sering diminta untuk memberikan pandangan atau fatwa terkait berbagai persoalan agama, sosial juga politik kekhususan di Aceh.
Kharisma Abon Arongan juga terlihat dalam kemampuannya untuk mempersatukan berbagai kalangan masyarakat. Beliau sering diminta untuk menjadi penengah dalam konflik-konflik lokal, dan nasihatnya dihormati oleh semua pihak. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai tokoh yang menjaga tradisi keulamaan Aceh dengan teguh, serta berperan aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di tingkat lokal maupun nasional.
Tuah Abon untuk Al-Farlaky
Keharmonisan politisi muda Partai Aceh, Iskandar Usman Al-Farlaky dengan Abon sudah terjalin sejak periode awal kepemimpinannya sebagai anggota DPR Aceh pada periode pertamanya menjabat (2014-2019) mewakili Masyarakat Aceh Timur sepuluh tahun silam.
Memang sejak awal menjabat, lulusan Dayah Madrasah ‘Ulumul Quran (MUQ) Bustanul ‘Ulum Langsa ini sering meminta nasehat kepada para Alim Ulama yang ada di Aceh, tak terkecuali kepada Abon Arongan Samalanga.
Sering dalam beberapa kesempatan tertentu, Abon sempat menarik Al-Farlaky untuk bicara empat mata dengannya, sayangnya hanya beberapa momen saja awak media sempat mengambil gambar ketika “Tuah sang Ulama” disampaikan kepada Al-Farlaky.

Terbukti, “Tuah” dari para Ulama mengantarkan Al-Farlaky terpilih kembali pada periode berikutnya pada 2019-2024, hingga terakhir untuk periode 2024-2029 Al-Farlaky kembali terpilih untuk yang ketiga kalinya dengan mengantongi suara terbanyak di Daerah Pemilihan Aceh Timur.
Berbagai program untuk kepentingan masyarakat Aceh Timur telah terbukti diperjuangkan olehnya melalui kepemimpinannya di gedung Parlemen (DPR) Aceh. Masjid-Masjid, Dayah-Dayah, Rumah kaum Dhuafa menjadi program prioritasnya selama kepemimpinannya sebagai wakil rakyat.
Hingga suatu ketika, kabarnya Mualem sendiri pernah mengatakan ketika ditanya siapa sosok Bupati Aceh Timur ke depan, dengan tegas Mualem menjawab, “Ta peu ek ureung njang ka teruji dan terbukti,” (kita naikkan-pilih orang yang sudah teruji dan terbukti) katanya. Tak heran, dengan mulus Partai Aceh mengeluarkan keputusan mengusung Al-Farlaky-Zainal sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur.
Kiprah Al-Farlaky dalam memperjuangkan amanah masyarakat Aceh Timur di Parlemen Aceh bahkan dilirik oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui program IVLP (International Visitor Leadership Program) pada 2019 dan mengundangnya ke sana, sayangnya Al-Farlaky tak bisa menghadiri kegiatan tersebut bahkan setelah Visanya keluar, karena persoalan kepentingan masyarakat yang menghampirinya.
Hari ini, Kamis, 29 Agustus 2024 puluhan ribu masyarakat Aceh Timur dari berbagai elemen sipil mengantarkan pasangan AZAN (Al-Farlaky – Zainal) mendaftar ke Kantor Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur.
Arak-arakan massa tersebut diawali dengan “Tuah” dari para Ulama melalui proses “Peusijuek” oleh Abon Arongan Samalanga, Tgk Ibrahim Leuge, dan Abi Don Pante Bidari, di Masjid Zadul Muad Peureulak yang diiringi dengan shalawat badar.
Kali ini, “Tuah sang Ulama”, kembali mengamanahkan Al-Farlaky untuk maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur untuk periode 2025-2030 melalui Pilkada pada 27 November mendatang.
Saleum redaksi.


























