acehvoice.net – Banda Aceh – Mantan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Melalui pernyataan pribadinya di media sosial, SBY menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus pandangannya terkait langkah penanganan bencana yang dilakukan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
SBY mengaku terus memantau perkembangan situasi di lapangan, mulai dari jumlah korban terdampak, kerusakan infrastruktur, hingga respons pemerintah pusat dan daerah. Ia juga mencermati berbagai tanggapan publik yang muncul seiring besarnya skala bencana tersebut.
Menurut SBY, penanganan bencana merupakan proses yang kompleks dan tidak dapat dilakukan secara instan. Ia menegaskan bahwa fase tanggap darurat kerap dihadapkan pada berbagai kendala, sementara proses rehabilitasi dan rekonstruksi membutuhkan waktu, dukungan anggaran, serta kebijakan yang terukur.
“Penanganan bencana itu kompleks dan tidak segampang yang dibayangkan,” tulis SBY dalam pernyataannya yang dikutip dari Acehvoice.net, Kamis (23/12/2025).
SBY kemudian mengaitkan pandangannya dengan pengalaman saat memimpin penanganan bencana besar di masa lalu, seperti tsunami Aceh-Nias, gempa bumi Yogyakarta, dan gempa Padang. Dari pengalaman tersebut, ia menilai efektivitas komando dan pengendalian menjadi faktor kunci dalam keberhasilan penanganan bencana.
Meski demikian, SBY menyadari bahwa setiap kepala pemerintahan memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dalam menghadapi situasi krisis. Ia menilai Presiden Prabowo Subianto memiliki pendekatan tersendiri dan menunjukkan keseriusan dalam menangani bencana.
“Saya tahu Presiden Prabowo dengan serius terjun ke lapangan dan memberikan atensi yang penuh,” tulisnya.
Ke depan, SBY menekankan pentingnya fokus pada tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia berharap proses pemulihan dapat dilakukan secara menyeluruh agar daerah terdampak bangkit kembali, bahkan lebih baik dari sebelumnya.
Menurutnya, konsep yang matang, kepemimpinan di lapangan, pelaksanaan yang efektif, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara merupakan pilar utama dalam keberhasilan penanganan bencana nasional.























