• Latest
  • Trending
  • All

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

25 Februari 2026

Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif

24 Februari 2026

Wagub Aceh Minta Huntap Pascabanjir Jadi Prioritas Nasional

24 Februari 2026

Wagub Aceh Bahas Percepatan Huntap dengan BP BUMN

24 Februari 2026

Mengejutkan Hasil Temuan BPK-RI di Disdikbud Pidie

24 Februari 2026

PB PII Mengecam Keras Penganiayaan Terhadap Siswa di Maluku

21 Februari 2026
Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

21 Februari 2026
Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Aceh Dibahas dalam Bincang Khusus dengan Menteri PU

Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana Aceh Dibahas dalam Bincang Khusus dengan Menteri PU

21 Februari 2026
Pendeta Asal Aceh Ditangkap di Bengkayang, Polda Aceh Lakukan Penjemputan

Pendeta Asal Aceh Ditangkap di Bengkayang, Polda Aceh Lakukan Penjemputan

21 Februari 2026

Tito Karnavian dan Wagub Aceh Tinjau Rehabilitasi Pascabencana di Bireuen dan Pidie Jaya

21 Februari 2026

Menjaga Mekanisme Organisasi: Penegasan Peran Ketua Panitia dan Pimpinan Sidang dalam MUBES-HAMAS

16 Februari 2026
Sekda Aceh Percepat Penanganan Pascabencana Jelang Ramadhan

Sekda Aceh Percepat Penanganan Pascabencana Jelang Ramadhan

16 Februari 2026

Pengurus Besar PII Periode 2026-2028 Resmi Dilantik di Palembang

16 Februari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Februari 26, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Daerah

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

Fazil by Fazil
25 Februari 2026
in Daerah, Hukum
0
498
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

acehvoice.net — Sigli — Aroma busuk dugaan korupsi di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pidie kian menyengat. Pengadaan buku literasi yang seharusnya menjadi jembatan ilmu bagi generasi masa depan, kini justru terseret dalam pusaran skandal besar.

ADVERTISEMENT

Temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) yang mengungkap adanya dugaan kerugian negara sebesar Rp 7,1 miliar memicu gelombang amarah, terutama dari tokoh masyarakat sekaligus mantan pejuang, Komandan Ibrahim Pidie.

BacaJuga

Mengejutkan Hasil Temuan BPK-RI di Disdikbud Pidie

Kasus ini mencuat setelah publik mencium kejanggalan pada proses lelang proyek pengadaan buku baca, tulis Al-Qur’an, serta buku referensi untuk pelajar SD dan SMP.

ADVERTISEMENT

Betapa tidak, satu perusahaan yakni CV Karimivar yang dipimpin oleh direktur berinisial ES, memborong empat proyek sekaligus dengan nilai fantastis mencapai miliaran rupiah. Monopoli ini dianggap bukan sekadar kebetulan, melainkan indikasi kuat adanya “main mata” antara birokrasi dan rekanan.

Keprihatinan Mendalam

Pria yang akrab disapa Dan Ibra ini tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya saat ditemui awak media. Baginya, angka 7,1 miliar bukan sekadar nominal, melainkan hak anak-anak Pidie yang dirampas secara dzalim oleh oknum pejabat.

ADVERTISEMENT

“Pedih rasanya melihat kekejaman fisik dan intelektual yang dilakukan oleh pejabat-pejabat kita hari ini,” ujar Dan Ibra dengan nada suara yang bergetar menahan amarah.

Ia mengenang masa-masa sulit saat masih berada di dalam hutan, berjuang mempertaruhkan nyawa demi kepentingan masyarakat. Ia mengaku miris melihat kondisi Pidie pasca-damai, di mana kesejahteraan rakyat justru digerogoti oleh kebijakan yang tidak berpihak pada transparansi.

“Kami dulu di hutan memperjuangkan nasib rakyat. Sekarang setelah damai, setidaknya janganlah membuat rakyat sengsara. Generasi kita ke bawah dipertaruhkan. Mulai dari mekanisme lelang yang tidak akuntabel hingga hasil proyek yang berimbas pada kualitas pendidikan, ini adalah pengkhianatan,” tambahnya.

Menurut Dan Ibra, mekanisme administrasi yang dilakukan oleh Disdikbud Pidie selama ini hanyalah formalitas belaka. Ia menduga proses tersebut dirancang sedemikian rupa untuk meloloskan kepentingan kelompok tertentu, tanpa memedulikan dampak jangka panjang terhadap mutu pendidikan di daerah berjuluk Pedir tersebut.

Lempar Tanggung Jawab di Internal Disdikbud

Keterangan mengejutkan datang dari Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) Disdikbud Pidie, Zainuddin, yang juga menjabat sebagai Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter. Meski berada di posisi sentral, Zainuddin mengaku tidak tahu banyak mengenai proses pemilihan CV Karimivar sebagai pemenang tunggal di empat proyek tersebut.

“Saya hanya menjalankan tugas setelah program tersebut direncanakan dan diperintahkan oleh Kepala Dinas (Kadis). Semua sudah tertuang dalam buku Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA),” jawab Zainuddin tenang.

Ia berkilah bahwa tugasnya sebagai PPTK terbatas pada verifikasi berkas penyedia, pemeriksaan barang, pengawasan distribusi, hingga urusan pengamprahan anggaran. Jawaban normatif ini justru semakin memperkuat dugaan adanya rantai instruksi yang terputus atau sengaja diputus untuk menutupi dalang utama di balik penyelewengan ini.

Mendesak KPK untuk “Cabut Akar Mafia”

Keresahan masyarakat Pidie kini berada di titik puncak. Publik merasa dikhianati karena anggaran yang seharusnya digunakan untuk mencerdaskan bangsa, justru diduga menguap ke kantong-kantong pribadi. Senada dengan kegelisahan publik, Dan Ibra mendesak lembaga antirasuah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk segera turun tangan.

“KPK harus turun ke Pidie dan cabut akar mafia pengadaan buku ini! Kalau tidak, dunia pendidikan anak-anak kita akan hancur karena dikelola oleh orang-orang yang salah dan tidak paham esensi pendidikan,” tegas Dan Ibra dengan nada bengis.

Ia secara spesifik meminta KPK untuk melakukan interogasi mendalam terhadap tiga pilar utama dalam skandal ini: Direktur CV Karimivar (ES), PPTK Kegiatan (Z), hingga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie. Baginya, pemeriksaan ini bukan sekadar urusan hukum, melainkan upaya menyelamatkan “asa” rakyat Pidie yang kian meredup.

Pendidikan di Ujung Tanduk

Kasus ini menjadi cermin retak tata kelola keuangan di Kabupaten Pidie. Jika temuan BPK-RI sebesar 7,1 miliar ini tidak segera ditindaklanjuti dengan tindakan hukum yang tegas, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah akan sirna sepenuhnya.

Masyarakat kini berharap adanya kerja sama yang solid dalam mengawal efisiensi anggaran negara. Kualitas pendidikan tidak boleh dikorbankan demi keuntungan segelintir elite. Kini, mata seluruh rakyat Pidie tertuju pada langkah penegak hukum: apakah mereka berani memutus rantai mafia buku ini, atau membiarkan masa depan generasi muda Pidie terkubur bersama buku-buku yang bermasalah.

Tags: Disdikbud PidieKomandan IbrahimPemerintah Pidie
SendShare199Tweet125Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Mengejutkan Hasil Temuan BPK-RI di Disdikbud Pidie

by Fazil
24 Februari 2026
0
1.5k

acehvoice.net - Sigli – Sorotan tajam tertuju pada Dinas Pendidikan...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

25 Februari 2026

Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif

24 Februari 2026

Wagub Aceh Minta Huntap Pascabanjir Jadi Prioritas Nasional

24 Februari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In