Acehvoice.net – Banda Aceh, Nanggroe Institut sukses menggelar acara Refleksi dalam rangka memperingati 65 tahun Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Provinsi Aceh. Acara yang dilaksanakan di Aceh House Kopi ini mengusung tema “Senjakala Homo Academicus & Organisasi: Ziarah Pengetahuan dan Pergerakan Dakwah untuk Prof. Farid Wajdi Ibrahim” pada Selasa, 20 Agustus 2024.
Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh penting dari dunia akademis dan organisasi. Narasumber yang berpartisipasi dalam diskusi tersebut Prof. Mujiburrahman, M.Ag. – Akademisi terkemuka dari UIN Ar-Raniry, Prof. Mustanir Yahya, MSc. – Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Bustami Abu Bakar, MHum. – Ketua Antropologi Indonesia Wilayah Aceh, Zia Faizurrahman El Faridy, ST MSc. – Wakil Ketua KNPI Aceh dan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Aceh, Dr. Muji Mulia – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Ar-Raniry, Hj. Aisyah Ali – Tokoh masyarakat dan akademisi, Dr. Chairan Nur Naim, M.Ag. – Akademisi di bidang pendidikan dan dakwah.
Diskusi yang digelar di Aceh House Kopi berlangsung dengan penuh haru dan kehangatan, terutama ketika para narasumber membagikan pandangan dan kenangan mereka tentang almarhum Prof. Farid Wajdi Ibrahim. Muhammad Zikri S.IP, selaku Founder Nanggroe Institut, mengungkapkan kekagumannya atas kontribusi dan pengaruh yang diberikan oleh Prof. Farid Wajdi Ibrahim dalam dunia pendidikan dan pergerakan dakwah di Aceh.
“Acara ini bukan hanya sebagai refleksi Hardikda ke-65, tetapi juga sebagai penghormatan dan tribute kepada Prof. Farid Wajdi Ibrahim yang telah banyak berjasa dalam pengembangan pendidikan dan pergerakan dakwah di Aceh,” ujar Muhammad Zikri S.IP.
Hadir dalam kegiatan ini juga berbagai pegiat organisasi, BEM Mahasiswa, serta okp dan ormas yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar. Mereka turut mendengarkan dan berdiskusi tentang kontribusi almarhum serta peran penting pendidikan dan organisasi dalam masyarakat.
Refleksi Hardikda ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa Prof. Farid Wajdi Ibrahim, tetapi juga untuk mengevaluasi dan merencanakan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pergerakan dakwah di masa depan.


























