Acehvoice.net – Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. Nelli Desianti, mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP, bersama dua rekannya dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), berhasil meraih tiga penghargaan internasional dalam ajang Korea International Women’s Invention Exposition (KIWIE) 2025 yang diselenggarakan di Korea Selatan.
Tim inovator muda tersebut terdiri dari:
- Nelli Desianti (Pendidikan Ekonomi – FKIP)
- Sarah Salsabila (Biologi – FMIPA)
- Putri Salsabila Rinaldi (Statistika – FMIPA)
Mereka memperkenalkan sebuah inovasi kuliner berbasis pangan lokal bertajuk “Bhoi Morica”, yaitu olahan kue tradisional Aceh berbahan dasar daun kelor dan biji pepaya. Produk ini dirancang sebagai solusi alami untuk mengatasi cacingan dan mencegah stunting pada balita serta ibu hamil.
Pendekatan inovatif ini tidak hanya mengedepankan manfaat kesehatan, tetapi juga mengangkat kearifan lokal dan potensi pemberdayaan komunitas, menjadikannya sebuah solusi berkelanjutan yang relevan dalam konteks global.
Berkat inovasi tersebut, tim ini berhasil memboyong tiga penghargaan bergengsi dari KIWIE 2025:
- Silver Medal
- Special Award
- Special Prize
Ajang KIWIE 2025 sendiri digelar di Korea International Exhibition Center (KINTEX) dan merupakan platform bergengsi yang menghadirkan:
- 445 penemuan dari Korea Selatan
- 312 penemu dari 16 negara
- 80 perusahaan internasional
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa kontribusi mahasiswa lintas disiplin, termasuk dari ranah pendidikan ekonomi, memiliki peran penting dalam pengembangan inovasi berbasis sains dan kearifan lokal untuk menjawab tantangan global.
Capaian luar biasa ini tak lepas dari dukungan penuh para dosen pembimbing, pembina tim, serta Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP Unsyiah, Bapak Zulfadli, S.Pd., M.Pd., M.Si, yang terus memberikan bimbingan, fasilitas, dan motivasi kepada para mahasiswa.
Partisipasi aktif mahasiswa Universitas Syiah Kuala dalam forum internasional seperti KIWIE menegaskan bahwa pendekatan interdisipliner dan kolaboratif adalah kunci dalam menciptakan solusi berdampak luas dan memperkuat posisi pendidikan tinggi Indonesia di panggung global.
Dari Aceh, lahir inovasi yang menembus batas dunia.
Dari Pendidikan Ekonomi Universitas Syiah Kuala, tumbuh kontribusi nyata untuk masa depan bangsa.


























