Acehvoice.net – Pada 30 Maret 2025, Banda Aceh diguncang oleh gempa bumi dengan magnitudo 5,2 yang dipicu oleh aktivitas sesar Seulimuem. Kepala BMKG, Andi Azhar Rusdin, mengonfirmasi bahwa gempa tersebut terjadi di darat, sekitar 16 kilometer timur laut Banda Aceh, dengan kedalaman 12 kilometer. Gempa ini diperkirakan sebagai jenis gempa dangkal yang dihasilkan dari pergerakan geser turun di sesar Seulimuem.
Dampak gempa dirasakan di beberapa wilayah, dengan intensitas yang berbeda-beda. Di Banda Aceh dan Aceh Besar, gempa tercatat pada skala IV MMI, yang dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Di Takengon, gempa mencapai skala III MMI, sementara di wilayah lainnya seperti Pidie, Pidie Jaya, dan Sabang, getaran terasa pada skala II hingga III MMI.
BMKG memastikan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kerusakan bangunan. Masyarakat diminta untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak dan memastikan kelayakan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Andi Azhar Rusdin juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan selalu memperhatikan kesiapan bangunan mereka terhadap guncangan gempa. Hingga saat ini, BMKG belum mencatatkan adanya aktivitas gempa susulan, meskipun masyarakat diimbau untuk terus waspada.
Kejadian gempa ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam di Aceh, yang dikenal sebagai daerah rawan gempa.


























