• Latest
  • Trending
  • All

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

27 Februari 2026

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026

“Pria Sawit” dan Janji yang Berubah Arah

27 Februari 2026

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

27 Februari 2026

Hadiri Training PII Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri Ingatkan Pentingnya Integritas Pelajar

26 Februari 2026

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

25 Februari 2026

Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif

24 Februari 2026

Wagub Aceh Minta Huntap Pascabanjir Jadi Prioritas Nasional

24 Februari 2026

Wagub Aceh Bahas Percepatan Huntap dengan BP BUMN

24 Februari 2026

Mengejutkan Hasil Temuan BPK-RI di Disdikbud Pidie

24 Februari 2026

PB PII Mengecam Keras Penganiayaan Terhadap Siswa di Maluku

21 Februari 2026
Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

21 Februari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 28, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

Fazil by Fazil
27 Februari 2026
in Opini
0
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

acehvoice.net — Di pesisir Pantai Ulee Lheue, deretan pohon bakau berdiri tegak menghadapi hempasan ombak. Akar-akar kokohnya mencengkeram tanah, menjadi benteng alami yang melindungi daratan dari abrasi. Di antara hijaunya daun dan semilir angin laut, tersimpan kisah tentang kepedulian dan keteguhan hati seorang perempuan lanjut usia bernama Mak Minah.

ADVERTISEMENT

Setiap pagi, sebelum matahari meninggi, Mak Minah berjalan perlahan menuju tepian pantai. Ia membawa seember kecil air tawar dan segenggam biji-bijian. Air itu disiramkannya ke sekitar akar bakau muda, sementara biji-bijian ditebarkan untuk burung-burung yang kerap bertengger di dahan. Rutinitas tersebut telah ia lakukan bertahun-tahun tanpa pernah merasa lelah.

BacaJuga

Kehilangan Hutan Aceh Timur 1.096 Hektare pada 2024: Dampak dan Solusi

BKSDA Pasang Perangkap Harimau di Aceh Timur, Ternak Warga Kerap Jadi Sasaran

Bagi Mak Minah, pohon-pohon bakau bukan sekadar tanaman liar. Ia mengenal masing-masing batang dan tunas yang tumbuh di sana. Baginya, bakau adalah penjaga pantai yang setia. Tanpa suara dan tanpa keluhan, mereka melindungi daratan dari pengikisan ombak serta menjaga kesuburan tanah pesisir. Ia kerap menjelaskan kepada warga sekitar bahwa akar bakau yang menjulang dan saling bertaut menjadi rumah bagi berbagai makhluk kecil—dari kepiting, ikan-ikan muda, hingga organisme laut lainnya.

ADVERTISEMENT

Suatu hari, ketenangan pagi itu terusik ketika sekelompok pemuda datang membawa parang. Mereka berniat membersihkan area pantai dan mengira tunas-tunas bakau muda hanyalah semak belukar tak berguna. Melihat hal tersebut, Mak Minah segera menghampiri mereka. Dengan suara tenang namun tegas, ia menjelaskan bahwa tunas yang hendak ditebang itu adalah generasi baru penjaga pantai.

Ia bercerita tentang pentingnya hutan mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Tanpa bakau, abrasi akan semakin parah dan habitat hewan-hewan kecil akan hilang. Penjelasan Mak Minah membuka pemahaman para pemuda. Mereka mulai menyadari bahwa tindakan mereka bisa membawa dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Alih-alih melanjutkan niat menebang, para pemuda itu justru memilih membantu. Mereka menancapkan papan peringatan agar pengunjung tidak merusak tanaman bakau. Mereka juga membersihkan sampah di sekitar pantai dan ikut menyiram tunas-tunas muda. Sejak saat itu, Mak Minah tidak lagi sendirian dalam menjaga pesisir.

ADVERTISEMENT

Perubahan sikap para pemuda menjadi titik awal gerakan kecil pelestarian lingkungan di kawasan tersebut. Semangat gotong royong tumbuh, dan semakin banyak warga yang tergerak untuk ikut merawat bakau. Anak-anak muda belajar langsung dari Mak Minah tentang cara menanam dan merawat mangrove, serta memahami perannya dalam menjaga masa depan pesisir.

Kini, bunga-bunga bakau di Pantai Ulee Lheue tetap tumbuh subur. Ombak masih datang silih berganti, tetapi akar-akar kuat itu terus menjadi pelindung daratan. Kisah Mak Minah menjadi pengingat bahwa kepedulian satu orang dapat menumbuhkan kesadaran banyak orang.

Cerita ini bukan hanya tentang pohon bakau, melainkan tentang keteguhan hati dan warisan nilai menjaga alam. Bunga bakau mungkin tampak sederhana, namun maknanya dalam bagi kehidupan pesisir. Selama masih ada yang peduli, bunga bakau itu akan tetap berdiri—tak pernah layu oleh waktu.

Tags: Bunga Baku yang Tak Pernah LayuHutan Mangrove Banda AcehkonservasiMak MinahPantai Ulee LheuePelestarian Lingkungan
SendShare197Tweet123Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kehilangan Hutan Aceh Timur 1.096 Hektare pada 2024: Dampak dan Solusi

Kehilangan Hutan Aceh Timur 1.096 Hektare pada 2024: Dampak dan Solusi

by Fazil
1 Maret 2025
0
1.5k

Acehvoice.net, Aceh Timur - Pada tahun 2024, Kabupaten Aceh Timur...

BKSDA Pasang Perangkap Harimau di Aceh Timur, Ternak Warga Kerap Jadi Sasaran

BKSDA Pasang Perangkap Harimau di Aceh Timur, Ternak Warga Kerap Jadi Sasaran

by Fazil
30 Januari 2025
0
1.5k

Acehvoice.net, Aceh Timur - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

27 Februari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In