Acehvoice.net, Jakarta – Banjir yang melanda Pejaten Timur, Jakarta Selatan, telah merendam sejumlah permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 120 cm. Salah satu warga, Ahmad (60), memilih untuk memanfaatkan waktu liburannya dengan memancing di depan MTSN 23 Jakarta yang terdampak banjir. Ahmad mengaku rumahnya tidak terendam banjir karena berada di lokasi yang lebih tinggi.
“Saya iseng mancing karena lagi libur,” kata Ahmad saat ditemui pada Selasa (4/3/2025). Dia mengatakan bahwa ikan yang ia pancing kemungkinan berasal dari kolam ikan sekolah yang meluap sejak pukul 03.00 WIB. “Tadi saya lihat banyak gelombang ikan, sepertinya banyak yang lepas dari kolam,” ujarnya.
Ahmad berhasil mendapatkan seekor lele dumbo yang langsung dimasukkan ke dalam plastik dan dibawa pulang oleh anaknya. Meskipun banjir menggenangi daerah sekitar, Ahmad memanfaatkan momen ini untuk mengisi waktu luangnya. Menurutnya, banjir kali ini merupakan yang paling parah dalam lima tahun terakhir, dengan ketinggian air yang mencapai lebih dari tiga meter pada jam 06.00 WIB.
Warga Terdampak Banjir Kesulitan Tidur dan Beraktivitas
Sementara itu, Sarinten, seorang warga lain di kawasan yang sama, mengaku kesulitan tidur karena rumahnya terendam banjir. “Sengsara, tak bisa tidur dari semalam, mau kerja tak bisa,” ujar Sarinten. Dia bercerita bahwa saat tidur, keluarganya terbangun dan segera mengangkat barang-barang ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam.
Sarinten berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan untuk meringankan penderitaan warga dan membantu mereka pulih agar dapat beraktivitas seperti sedia kala. Banjir ini memang cukup meresahkan bagi banyak warga yang tinggal di sepanjang aliran Kali Ciliwung yang meluap.
Banjir Melanda 6 RT di Rawajati
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga pukul 13.00 WIB, terdapat enam Rukun Tetangga (RT) di Rawajati, Jakarta Selatan, yang terendam banjir dengan ketinggian antara 30 hingga 120 sentimeter. Banjir disebabkan oleh meluapnya air Kali Ciliwung, yang menggenangi kawasan tersebut. BPBD DKI Jakarta terus memantau kondisi banjir dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Dengan curah hujan yang masih tinggi, warga di Jakarta Selatan diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terbaru dari pihak berwenang untuk menghindari dampak lebih lanjut.
Sumber: Antara























