acehvoice.net – Pidie Jaya — Aliansi Pelajar Se-Pidie Jaya di bawah naungan Pelajar Islam Indonesia (PII) menyalurkan sedikitnya 1,5 ton logistik bantuan untuk lima titik dapur umum yang beroperasi melayani kebutuhan konsumsi warga terdampak bencana di wilayah Pidie Jaya.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang digerakkan pelajar dan relawan sejak beberapa hari terakhir.
Logistik yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana yang melibatkan pelajar, masyarakat, serta berbagai elemen relawan melalui aksi solidaritas terbuka, posko donasi, dan dukungan langsung dari para donatur.
Adapun bantuan yang dibawa meliputi beras, minyak goreng, telur, air mineral, mie instan, bahan dapur, serta kebutuhan konsumsi lainnya yang diprioritaskan untuk menopang operasional dapur umum di titik-titik pengungsian.
Penyaluran dilakukan secara bertahap melalui armada relawan pelajar, dengan sasaran lima lokasi dapur umum, yaitu:
1. Dapur Umum Kampung Seunong, Meurah Dua
2. Dapur Umum Kampung Meunasah Krueng, Meurah Dua
3. Dapur Umum Meunasah Mancang, Meurah Dua
4. Dapur Umum Babah Krueng, Bandar Dua
5. Posko Relawan Solidaritas Pemuda Pidie Jaya
Ketua Aliansi Pelajar Se-Pidie Jaya, Yusril Mubarak, menyampaikan bahwa penyaluran ini difokuskan pada dapur umum karena keberadaannya sangat vital dalam menyediakan makanan siap saji bagi warga yang masih bertahan di titik pengungsian maupun wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, hari ini Aliansi Pelajar Se-Pidie Jaya dapat menyalurkan 1,5 ton logistik ke lima titik dapur umum. Bantuan ini merupakan amanah dari masyarakat Pidie Jaya yang kami distribusikan untuk kebutuhan konsumsi para warga terdampak bencana. Kami berharap logistik ini dapat memperkuat keberlangsungan dapur umum yang setiap hari menyiapkan makanan bagi pengungsi,” ujar Yusril.
Ia menjelaskan bahwa gerakan ini lahir dari semangat kebersamaan dan kepedulian pelajar terhadap kondisi sosial masyarakat.
“Gerakan kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa pelajar tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Selama masih ada warga yang membutuhkan bantuan, insyaAllah kami akan tetap bergerak bersama para relawan dan elemen masyarakat lainnya,” tambahnya.
Selain menyalurkan bantuan logistik, relawan pelajar juga melakukan koordinasi dengan pengelola dapur umum, relawan setempat, dan perangkat desa untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran serta sesuai kebutuhan di lapangan.
Aliansi Pelajar menegaskan bahwa pendataan dan komunikasi lapangan akan terus diperbarui agar proses penyaluran tetap efektif.
Yusril mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam aksi solidaritas ini, baik para donatur, masyarakat, relawan, maupun pelajar yang ikut turun langsung ke lapangan.
Aliansi Pelajar Se-Pidie Jaya menyatakan bahwa aksi kemanusiaan akan terus dilanjutkan dalam beberapa tahap ke depan, termasuk pembukaan donasi lanjutan apabila kebutuhan warga terdampak masih tinggi.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat solidaritas. Semoga kerja kolaboratif ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita dan menjadi amal jariyah bagi setiap pihak yang turut membantu,” tutup Yusril.


























