acehvoice.net – Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai membuka dan membersihkan akses jalan menuju wilayah terdampak banjir besar. Pembersihan material sampah yang bercampur lumpur terus dilakukan, terutama di jalur utama dan jalan nasional guna memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi logistik ke lokasi pengungsian.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, Jamaluddin, mengatakan bahwa proses pembersihan jalan nasional telah diupayakan secara maksimal. Saat ini, akses transportasi untuk pengangkutan bantuan logistik ke pengungsian dilaporkan mulai kembali lancar.
“Pembersihan sampah bercampur lumpur di Aceh Utara, khususnya di jalan nasional, sudah diupayakan semaksimal mungkin. Akses pengangkutan logistik ke pengungsian saat ini mulai berjalan lancar,” ujar Jamaluddin, Senin (22/12/2025).
Menurut Jamaluddin, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pembersihan kawasan perkotaan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, seperti Panton Labu, Lhoksukon, dan Dewantara. Namun, upaya tersebut masih terkendala keterbatasan alat berat dan armada pengangkut sampah.
Kekurangan armada tersebut telah dilaporkan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pemerintah daerah berharap bantuan alat berat dan armada tambahan dapat segera dikirim agar proses pembersihan pascabanjir dapat dipercepat.
Selain pembersihan lumpur dan sampah, Pemkab Aceh Utara juga masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait penanganan gelondongan kayu yang terbawa arus banjir. Penanganan material kayu tersebut dinilai membutuhkan alat berat serta koordinasi lintas instansi.
Jamaluddin mengungkapkan bahwa biaya pemulihan pascabencana diperkirakan sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah. Untuk itu, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna melakukan pemetaan dampak bencana secara menyeluruh.
“Hasil rapat Forkopimda sudah dilakukan pemetaan. Para camat diminta mendata secara akurat kerusakan rumah warga,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan rencana bantuan perbaikan rumah dari BNPB. Rumah dengan kategori rusak ringan akan menerima bantuan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, dan rusak berat Rp60 juta. Sementara bagi rumah warga yang hilang akibat banjir, pemerintah menyiapkan lahan baru untuk pembangunan hunian dalam bentuk klaster atau kompleks perumahan.


























