Acehvoice.net – Anggota Komite I DPD RI, Haji Uma, mengusulkan agar TNI AL segera mengevaluasi peraturan internal dan sistem rekrutmen prajurit. Hal ini disampaikan setelah serangkaian kejadian melibatkan oknum TNI AL, termasuk penembakan dan pembunuhan. Menurut Haji Uma, evaluasi ini sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme TNI AL, serta mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Beberapa insiden yang memicu permintaan evaluasi ini antara lain penembakan bos rental mobil di Tangerang, penembakan agen mobil di Aceh Utara, serta pembunuhan seorang jurnalis wanita di Kalimantan. Kasus-kasus ini terjadi dalam waktu yang berdekatan dan melibatkan prajurit TNI AL. Haji Uma menegaskan, agar TNI AL melakukan peninjauan terhadap aturan penggunaan senjata api, terutama di luar dinas, untuk menghindari penyalahgunaan senjata oleh prajurit.
Terkait insiden penembakan di Aceh Utara, Dandenpomal Lanal Lhokseumawe, Mayor Laut (PM) Anggiat Napitupulu, mengungkapkan bahwa senjata yang digunakan oleh tersangka adalah senjata rakitan yang dibeli secara ilegal oleh oknum prajurit. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam pengawasan terhadap penggunaan senjata di luar tugas resmi.
Haji Uma berharap dengan adanya evaluasi ini, TNI AL bisa memperbaiki sistem rekrutmen dan disiplin internal agar tidak ada lagi prajurit yang terlibat dalam tindak kriminal. Diharapkan langkah tersebut dapat meningkatkan profesionalisme TNI AL dan menjaga keamanan serta kepercayaan masyarakat terhadap institusi ini.


























