acehvoice.net – Banda Aceh – Harga emas di berbagai wilayah Aceh kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Penguatan harga terjadi hampir merata di sejumlah daerah, mulai dari Banda Aceh, Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Barat Daya (Abdya), hingga Aceh Tamiang.
Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh menguatnya harga emas dunia dalam beberapa hari terakhir. Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga bank sentral, serta dinamika ekonomi dan geopolitik global juga masih menjadi faktor yang memengaruhi harga logam mulia di pasar domestik.
Meski harga emas terus merangkak naik, aktivitas jual beli di berbagai toko emas di Aceh masih berlangsung normal. Sebagian masyarakat memilih membeli emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, sementara sebagian lainnya menunda penjualan dengan harapan harga akan kembali meningkat.
Banda Aceh
Di Banda Aceh, harga emas mencatat kenaikan cukup signifikan. Berdasarkan pantauan di Toko Emas Bina Nusa, Pasar Aceh, harga emas mencapai Rp7.730.000 per mayam, naik Rp150.000 dibandingkan sehari sebelumnya yang berada di angka Rp7.580.000 per mayam.
Dengan harga tersebut, nilai emas diperkirakan sekitar Rp2,32 juta per gram. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan perhiasan yang berkisar antara Rp100.000 hingga Rp200.000 per mayam.
Kota Langsa
Pergerakan serupa juga terjadi di Kota Langsa. Pengelola Toko Emas Berkat Jasa Sejahtera, Fahrurrazi, mengatakan emas berkadar 99,5 persen kini dijual Rp8.050.000 per mayam, naik Rp100.000 dari sebelumnya Rp7.950.000.
Sementara emas berkadar 97 persen turut mengalami kenaikan menjadi Rp7.800.000 per mayam, sedangkan emas berkadar 70 persen masih bertahan di kisaran Rp2.300.000 per gram. Harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan sebesar Rp50.000.
Menurut Fahrurrazi, saat harga emas sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu, jumlah pembeli lebih banyak dibandingkan penjual.
Lhokseumawe
Harga emas di Kota Lhokseumawe juga bergerak positif. Pengelola Toko Emas London, Mori, menyebut harga emas murni kini mencapai Rp7.206.000 per mayam, naik Rp150.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara emas London juga mengalami kenaikan menjadi Rp6.706.000 per mayam. Meski demikian, transaksi selama sepekan terakhir masih didominasi masyarakat yang menjual emas dibandingkan membeli.
Adapun harga emas 22 karat atau emas paon masih bervariasi tergantung model perhiasan, dengan kisaran Rp2,2 juta hingga Rp3 juta per gram.
Aceh Barat Daya
Di Kabupaten Aceh Barat Daya, harga emas murni naik menjadi Rp7.900.000 per mayam, atau bertambah Rp100.000 dibandingkan sebelumnya. Harga tersebut sudah termasuk ongkos pembuatan.
Emas London juga meningkat menjadi Rp7.700.000 per mayam, sedangkan harga emas Antam justru mengalami penurunan menjadi sekitar Rp2.685.000 per gram.
Pedagang emas setempat menyebut harga masih sangat bergantung pada kondisi pasar global, meskipun daya beli masyarakat hingga kini masih tergolong stabil.
Aceh Tamiang
Kenaikan tertinggi terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Harga emas murni berkadar 99 persen kini mencapai Rp8.000.000 per mayam, atau naik Rp200.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Sementara emas berkadar 97 persen dipasarkan seharga Rp7.800.000 per mayam, sedangkan emas perhiasan 22 karat dijual sekitar Rp1.900.000 per gram.
Pelaku usaha emas di daerah tersebut menyebut aktivitas jual beli masih berjalan normal, dengan jumlah pembeli dan penjual yang relatif seimbang.
Para pedagang memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan mengikuti perkembangan harga emas global. Masyarakat yang berencana membeli maupun menjual emas diimbau terus memantau pergerakan harga agar dapat menentukan waktu transaksi yang lebih menguntungkan.


























