acehvoice.net – Banda Aceh – Leadership Advance Training (LAT) yang diselenggarakan Pelajar Islam Indonesia (PII) menjadi momentum strategis dalam membentuk karakter serta memperkuat kapasitas kepemimpinan kader muda Islam di Aceh. Kegiatan ini menghadirkan berbagai materi yang berorientasi pada pengembangan wawasan, integritas, dan kemampuan kepemimpinan sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Pada salah satu sesi utama, peserta mendapatkan materi mengenai kepemimpinan masa depan yang disampaikan oleh Drs. H. Abdurrahman Ahmad, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Sekretaris Partai Gerindra Aceh, sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPRA.
Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga harus menjunjung tinggi integritas, memiliki visi yang jelas, serta mampu mengambil keputusan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, generasi muda perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menjadi pemimpin yang berakhlak, berilmu, dan bertanggung jawab di tengah dinamika perubahan sosial yang semakin kompleks.
Materi yang disampaikan memberikan perspektif baru bagi para peserta mengenai pentingnya membangun kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Islam, kejujuran, dan semangat pengabdian. Pengalaman serta pesan-pesan yang disampaikan narasumber juga menjadi motivasi bagi kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, serta berkontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.
Leadership Advance Training tidak hanya berfokus pada penyampaian teori kepemimpinan, tetapi juga mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan yang memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan bangsa dan daerah. Melalui proses kaderisasi ini, peserta diarahkan agar mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang amanah, visioner, dan berintegritas dalam kehidupan bermasyarakat maupun perjalanan organisasi.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Pelajar Islam Indonesia dalam mencetak kader-kader unggul yang siap menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan. Diharapkan, lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya memiliki kompetensi dan keberanian dalam mengambil keputusan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh dan Indonesia secara berkelanjutan.


























