acehvoice.net — Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, M.Si, melayat ke rumah duka almarhumah Ummi Hj. Fauziah binti Tgk. Syamsuddin, istri dari ulama kharismatik Aceh, Abu Daud Lueng Angen, di kompleks Pondok Pesantren Darul Huda Lueng Angen, Kabupaten Aceh Utara, Senin (23/2/2026).
Kehadiran Bupati Al-Farlaky dalam suasana duka tersebut turut didampingi oleh seluruh Kepala Perangkat Daerah serta para Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur. Kehadiran rombongan pemerintah daerah itu menjadi bentuk penghormatan sekaligus ungkapan belasungkawa atas wafatnya sosok yang dikenal memiliki peran besar dalam mendampingi perjuangan dakwah dan pendidikan Islam di Aceh.
Setibanya di kompleks dayah, rombongan langsung mengikuti rangkaian tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Abi Nas. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh haru, di tengah kehadiran keluarga besar pesantren, para santri, tokoh masyarakat, serta para pelayat yang datang dari berbagai daerah.
Almarhumah Hj. Fauziah dimakamkan di samping pusara suaminya, Abu Daud Lueng Angen, tepat di pusat kompleks Pondok Pesantren Darul Huda. Keberadaan dua makam tokoh tersebut menjadi simbol kuat atas dedikasi besar keluarga ini dalam pengembangan pendidikan Islam dan pembinaan umat di Aceh.
Pesantren Darul Huda Lueng Angen sendiri dikenal sebagai salah satu dayah ternama di Aceh. Berlokasi di kawasan perbatasan Aceh Timur dan Aceh Utara, dayah ini telah melahirkan banyak kader ulama yang kini tersebar di berbagai wilayah Aceh dan berperan aktif dalam membimbing masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Al-Farlaky menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhumah. Menurutnya, Hj. Fauziah merupakan sosok perempuan tangguh yang selama ini setia mendampingi perjuangan ulama besar Aceh dalam bidang dakwah dan pendidikan.
“Kita kehilangan sosok perempuan tangguh yang menjadi penopang perjuangan ulama besar Aceh. Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Bupati.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk terus mendukung eksistensi dayah sebagai pusat pendidikan karakter, moral, dan pembinaan generasi muda.
“Warisan perjuangan ulama harus dijaga bersama, karena dari dayah-dayah inilah lahir pemimpin dan pembimbing umat,” tutup Al-Farlaky.


























