Acehvoice.net – Uswatul Khairat (31), seorang warga Desa Meunasah Jeumpa, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut terbawa arus saat mencuci pakaian di aliran Irigasi Seuneubok, Minggu (tanggal tidak disebutkan).
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi awal diterima dari grup relawan Garda sekitar pukul 13.21 WIB.
“Kami mendapat laporan bahwa seorang warga Desa Meunasah Jeumpa hanyut di irigasi yang berada di kawasan Kemukiman Tanoh Abee, Kecamatan Seulimeum,” kata Ridwan di Lambaro.
Sebelumnya, korban berpamitan kepada suaminya, Rahmad Ikbal, untuk mencuci pakaian di irigasi Seuneubok. Karena khawatir akan kondisi korban yang sedang hamil muda, sang suami menyusul ke lokasi. Namun, saat tiba di lokasi, Rahmad hanya menemukan ember berisi pakaian dan tidak melihat keberadaan istrinya.
Merasa cemas, Rahmad segera memberitahukan kejadian tersebut kepada Keuchik (Kepala Desa) Meunasah Jeumpa. Tanggapan cepat dilakukan oleh aparat desa dan warga yang kemudian melakukan penyisiran di sepanjang aliran irigasi.
Sekitar pukul 13.15 WIB, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pintu irigasi Desa Lamsie, Kecamatan Kuta Cot Glie. Setelah dievakuasi oleh tim dan warga, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Meunasah Jeumpa menggunakan ambulans dari Puskesmas Seulimeum.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan di sekitar aliran air, terutama bagi warga yang beraktivitas di lokasi rawan seperti saluran irigasi. Apalagi dalam kondisi hamil, aktivitas di area berbahaya sebaiknya dihindari untuk mencegah risiko fatal.
Pihak BPBD Aceh Besar mengimbau warga agar lebih waspada saat beraktivitas di dekat aliran air, terutama saat musim hujan atau ketika debit air meningkat. Langkah pencegahan seperti pengamanan lokasi dan sosialisasi juga akan ditingkatkan guna menghindari kejadian serupa di masa depan.


























