Acehvoice.net – Dunia sepak bola Aceh diguncang keputusan tegas dari Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh terkait laga Liga 4 antara Al Farlaky FC dan PSLS Lhokseumawe FC yang berlangsung di Stadion Langsa pada 15-16 Februari 2025. Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor telak 0-9 untuk PSLS Lhokseumawe, wasit utama dan asistennya dinilai kurang tegas, menyebabkan protes pemain dan kericuhan di lapangan.
Setelah menggelar sidang pada 19 Februari 2025, Komdis Asprov PSSI Aceh akhirnya menjatuhkan sanksi kepada wasit utama Unzir, S.Pd berupa larangan beraktivitas dalam lingkungan PSSI selama empat bulan. Sementara itu, asisten wasit I, Fuad Muhajir, mendapat teguran keras sebagai bentuk pembinaan agar kejadian serupa tidak terulang.
Keputusan ini diambil berdasarkan laporan pengawas pertandingan, rekaman video, serta kesaksian berbagai pihak yang terlibat. “Wasit telah menjalankan aturan permainan, namun kurang tegas dalam memimpin pertandingan, sehingga kami merasa perlu memberikan sanksi,” ujar Ketua Komdis Asprov PSSI Aceh, Hendri Saputra, SH.I, seperti yang dikutip Acehvoice.net dalam pers rilis bernomor: 04/KD-PSSI -ACEH/II/2025, pada Kamis (20/2).
Sanksi ini diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh perangkat pertandingan untuk lebih tegas dan profesional dalam menjalankan tugasnya, demi menjaga integritas sepak bola di Aceh.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, tim Al-Farlaky FC resmi melayangkan protes atas dugaan ketidaknetralan perangkat pertandingan di Liga 4 PSSI Aceh melalui Pers Rilis resminya pada Selasa (18/2) lalu. Sejumlah keputusan wasit dalam laga melawan Persidi Idi, PSBL Langsa, dan PSLS Lhokseumawe dinilai merugikan tim.
Puncaknya, dalam pertandingan melawan PSLS Lhokseumawe (16 Februari), gol yang awalnya tidak sah akhirnya disahkan setelah diskusi wasit dan hakim garis, memicu kericuhan dan penundaan laga.[]


























