acehvoice.net — Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan silaturahmi sekaligus diskusi strategis terkait percepatan pembangunan perumahan sementara (huntara) dan perumahan tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara / BP BUMN, Jakarta, Selasa (24/2/2026) pukul 10.00–11.30 WIB. Wagub Aceh diterima langsung oleh Dony Oskaria dan Tedi Bharata.
Dalam pembahasan, Fadhlullah menjelaskan bahwa pada rencana awal terdapat dukungan pembangunan sekitar 12 ribu unit huntara di Aceh dari BP BUMN. Namun, seiring berjalannya waktu, pembangunan huntara oleh pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah berlangsung cukup masif.
Saat ini, kontribusi BP BUMN tercatat baru terealisasi sekitar seribu lebih unit huntara. Atas dasar itu, Pemerintah Aceh mengusulkan agar dukungan awal pembangunan huntara dapat dialihkan untuk mendukung pembangunan huntap atau perumahan permanen yang lebih layak bagi masyarakat terdampak bencana.
Wagub menegaskan bahwa Pemerintah Aceh telah menyiapkan lahan untuk pembangunan huntap sehingga proses dapat segera dipercepat apabila pengalihan dukungan disetujui.
Menanggapi usulan tersebut, Dony Oskaria menyatakan persetujuan secara prinsip dan menyampaikan akan segera melakukan perhitungan serta kalkulasi kebutuhan pembiayaan pembangunan di Aceh.
Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Aceh dan BP BUMN, dengan fokus memastikan penanganan pascabencana tidak hanya bersifat sementara, tetapi berorientasi pada penyediaan hunian permanen yang aman dan layak bagi masyarakat.


























