Acehvoice.net – Timnas Indonesia memiliki misi penting dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona AFC, ketika mereka bertemu Australia pada 20 Maret 2025 di Stadion Sepak Bola Sydney. Indonesia, yang selalu kalah dalam laga tandang melawan Australia sejak 1973, bertekad untuk mengakhiri rekor buruk ini dan meraih poin dalam laga krusial tersebut.
Pertandingan ini menjadi sangat penting bagi Indonesia, mengingat kemenangan atau hasil imbang akan menjaga peluang mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Kualifikasi ini sangat kompetitif, dan dengan raihan positif di Sydney, Indonesia bisa memperbaiki posisi mereka di Grup C dan bersaing ketat dengan tim-tim besar lainnya.
Timnas Indonesia datang dengan skuad yang lebih kuat, termasuk empat pemain anyar yang bergabung dalam skuad: Ole Romeny (Oxford United), Emil Audero (Palermo), Dean James (Go Ahead Eagles), dan Joey Pelupessy (Lommel). Kehadiran pemain-pemain ini menambah kedalaman skuad, yang kini memiliki nilai pasar tertinggi dalam sejarah timnas Indonesia, yakni Rp 634,86 miliar, berdasarkan data Transfermarkt.
Peringkat nilai pasar timnas Indonesia kini berada di posisi keenam di Asia, hanya kalah dari tim-tim seperti Jepang, Korea Selatan, dan Iran. Bahkan, nilai pasar skuad Garuda kini lebih tinggi dibandingkan dengan tim-tim langganan Piala Dunia lainnya, seperti Arab Saudi dan Australia. Dengan kekuatan ini, Indonesia diharapkan mampu menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik dan bersaing di level tertinggi.
Pelatih timnas Indonesia, Patrick Kluivert, juga optimis dengan kemampuan skuadnya. Dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Kluivert mengungkapkan, “Saya pikir tim sudah siap. Mereka tahu apa yang diharapkan dari laga besok. Kami sangat menantikan untuk memainkan pertandingan ini.” Kluivert, yang memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih timnas Belanda dan sebagai Direktur Akademi Barcelona, diharapkan bisa membawa Indonesia meraih hasil positif di Sydney.
Sebagai kapten tim, Jay Idzes juga menyatakan tekadnya untuk tidak mengecewakan bangsa Indonesia. “Kami sudah berbicara antarpemain tentang makna gim nanti. Sangat penting bahwa semua pemain memahami kami berjuang dan mewakili negara kami, 280 juta orang di belakang kami,” ujarnya.
Dalam laga tersebut, Indonesia akan berusaha keras untuk membalas dendam atas rekor buruk mereka di Australia. Sejak pertandingan pertama pada Maret 1973, Indonesia selalu kalah saat bertandang ke Australia. Hanya berhasil mencetak satu gol dan kebobolan 14 gol, Indonesia berharap bisa mematahkan tradisi buruk ini.
Selain itu, Indonesia memiliki keuntungan dengan absennya beberapa pemain kunci dari tim Australia. Hal ini membuka peluang bagi Indonesia untuk memanfaatkan momen ini dan meraih hasil maksimal di laga tandang tersebut.
Dengan persiapan matang, skuad yang solid, dan strategi yang tepat dari Kluivert, Indonesia diharapkan mampu membawa pulang poin berharga dari Sydney, yang akan menjadi langkah besar menuju kualifikasi Piala Dunia 2026.


























