acehvoice.net – Banda Aceh -Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) dan instansi terkait mempercepat penanganan pascabencana guna memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman.
Penegasan itu disampaikan dalam rapat koordinasi evaluasi penanganan bencana serta kesiapan menyambut bulan suci Ramadhan di Banda Aceh, Senin (16/2). Pemerintah Aceh memprioritaskan relokasi pengungsi dari tenda darurat ke hunian sementara (huntara) yang lebih layak.
Saat ini tercatat sebanyak 6.060 unit huntara telah dibangun. Namun, masih terdapat warga yang bertahan di tenda darurat. Sekda menegaskan bahwa kepastian tempat tinggal menjadi hal mendasar menjelang Ramadhan.
“Tidak boleh ada masyarakat tanpa kepastian tempat tinggal. Percepat relokasi dari tenda ke huntara yang representatif. Hunian bukan sekadar tempat berteduh, tetapi menyangkut martabat dan perlindungan warga,” tegas M. Nasir.
Selain itu, pemerintah telah merampungkan 104 unit hunian tetap (huntap) di Aceh Utara. Bagi warga yang masih menunggu proses pembangunan rumah, penyaluran Dana Tunggu Harian (DTH) sebesar Rp600.000 per orang tetap dilanjutkan.
Dalam sektor logistik, Sekda mengingatkan agar tidak terjadi tumpang tindih anggaran antara APBA, BNPB, dan Kementerian Sosial. Ia meminta distribusi bantuan dilakukan berbasis data terverifikasi dan diperbarui secara berkala.
Koordinasi antara BPBA, Dinas Sosial, serta pemerintah kabupaten/kota juga diminta diperkuat guna memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan bantuan secara merata.
Di sektor kesehatan, dari total 309 Puskesmas, sebanyak 307 telah kembali beroperasi. Namun, penguatan layanan tetap diminta berlangsung hingga tiga bulan ke depan, terutama di Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Layanan trauma healing bagi anak-anak dan perempuan juga menjadi perhatian khusus.
Pada sektor pendidikan, pembangunan sekolah darurat di 13 titik telah mencapai progres 75 persen. Pemerintah turut memastikan kebutuhan dasar siswa seperti buku dan seragam segera dipenuhi melalui koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, perbaikan akses jalan desa ditargetkan kembali normal dalam satu bulan ke depan. Pembangunan jembatan Bailey diprioritaskan dan ditargetkan rampung pada Juli mendatang.
Di sektor pengairan, Irigasi Jambo Aye mulai diuji alir untuk mengairi sekitar 7.000 hektare sawah pada akhir Februari 2026, sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi petani.
Mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pokok jelang Ramadhan, Pemerintah Aceh akan menggelar operasi pasar. Sekda juga meminta kebijakan khusus dari PLN bagi masyarakat terdampak bencana.
Merespons peringatan BMKG terkait potensi hujan lebat hingga 25 Februari 2026, tim SAR diminta siaga 24 jam dan memperkuat sistem mitigasi berbasis pengalaman bencana sebelumnya.
“Kami akan menyurat resmi ke pusat PLN untuk menganjurkan penggratisan listrik selama tiga bulan bagi masyarakat terdampak. Ini penting untuk menekan inflasi dan mengurangi beban warga,” tutupnya.


























