Acehvoice.net – Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Pemerintah Aceh telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik. Sebanyak 3.163 personel gabungan dikerahkan dalam Operasi Ketupat Seulawah 2025. Tujuannya adalah memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan mudik ke kampung halaman, terutama menjelang puncak arus mudik pada akhir Maret 2025.
Kapolda Aceh, Irjen Pol Achmad Kartiko, menyampaikan bahwa ribuan personel ini akan ditempatkan di 1.148 titik pengamanan. Titik-titik tersebut mencakup 23 terminal, 950 masjid, 9 pelabuhan, 40 pusat perbelanjaan, 8 bandara, dan 118 tempat wisata yang biasanya ramai dikunjungi selama libur Lebaran.
Dalam upaya meningkatkan layanan kepada pemudik, juga disediakan 33 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, serta 3 pos terpadu yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Aceh. Hal ini dimaksudkan agar pemudik merasa aman dan mendapatkan bantuan jika diperlukan.
“Kami juga sudah menyiapkan 33 pos pengamanan, 26 pos pelayanan, dan 3 pos terpadu di seluruh kabupaten/kota di Aceh untuk memberikan layanan kepada pemudik agar tetap aman dan nyaman,” kata Achmad Kartiko, Kamis, 20 Maret 2025.
Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik
Kapolda juga memprediksi bahwa puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 28 hingga 30 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 5 hingga 7 April 2025. Menurut survei Dinas Perhubungan Aceh, sekitar 79,6 persen masyarakat diperkirakan akan melakukan perjalanan selama libur Lebaran. Moda transportasi utama yang digunakan oleh pemudik adalah mobil pribadi, yang diprediksi akan mencapai 37,3 persen dari total kendaraan.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas transportasi darat yang lebih baik, dengan pembukaan Tol Padang Tiji yang dapat melayani kendaraan golongan I seperti sedan, jip, dan bus kecil. Tol ini dioperasikan mulai 20 Maret hingga 10 April 2025, dengan jam operasional dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Selama jam operasional, batas kecepatan di tol tersebut akan dibatasi maksimal 60 km/jam untuk memastikan keselamatan pengendara.
Fasilitas Lain untuk Kenyamanan Pemudik
Untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pemudik, rest area juga telah disediakan di KM 37 Tol Padang Tiji-Seulimum. Tidak hanya itu, petugas kepolisian juga memiliki wewenang untuk membuka tol di luar jam operasional jika situasi memerlukan.
“Untuk kenyamanan pemudik, rest area sudah disediakan di KM 37 Tol Padang Tiji-Seulimum. Tol ini juga dapat dibuka di luar jam operasional berdasarkan diskresi kepolisian,” pungkasnya.
Dengan berbagai persiapan yang matang ini, diharapkan arus mudik Lebaran di Aceh dapat berjalan dengan aman dan lancar, serta dapat mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas. Keamanan dan kenyamanan pemudik menjadi prioritas utama dalam operasi kali ini, mengingat jumlah pemudik yang cenderung meningkat setiap tahunnya.
Operasi Ketupat Seulawah 2025 di Aceh menandai langkah besar dalam menjaga keamanan dan kelancaran arus mudik Lebaran. Dengan pengamanan yang melibatkan ribuan personel dan fasilitas transportasi yang lebih baik, diharapkan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan aman dan nyaman.























