acehvoice.net — Banda Aceh — Proses uji kelayakan calon Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan tahapan strategis dalam menentukan arah kepemimpinan universitas ke depan.
Tahapan ini harus memastikan bahwa calon Rektor yang terpilih memiliki kapabilitas, kompetensi, integritas, serta visi yang selaras dengan kepentingan mahasiswa dan masyarakat Aceh.
Uji kelayakan calon Rektor tidak hanya menilai aspek akademik dan administratif, tetapi juga rekam jejak kepemimpinan, kemampuan manajerial, integritas moral, serta kepekaan sosial terhadap peran USK sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan Aceh.
Komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan, penguatan riset dan inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi indikator utama dalam menentukan kelayakan calon Rektor.
Menanggapi proses tersebut, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Muhammad Alif Dhiya’ulhaq, menyampaikan pernyataan sikap mahasiswa terkait pentingnya keterlibatan mahasiswa secara menyeluruh dalam proses pemilihan Rektor.
“Kami memandang bahwa Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Syiah Kuala memiliki tanggung jawab moral dan institusional untuk membuka ruang partisipasi mahasiswa. Oleh karena itu, kami mendesak MWA agar memfasilitasi forum mahasiswa yang inklusif, yang melibatkan seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas di lingkungan USK, sebagai wadah resmi untuk membahas dan menilai calon Rektor yang benar-benar layak dan kompeten. Forum ini penting agar suara mahasiswa tersampaikan secara kolektif, objektif, dan bertanggung jawab,” tegas Muhammad Alif Dhiya’ulhaq.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa forum mahasiswa yang inklusif dan representatif tersebut bukan sekadar simbol partisipasi, melainkan bagian dari upaya membangun tata kelola universitas yang demokratis, transparan, dan akuntabel.
Keterlibatan seluruh BEM fakultas diharapkan mampu menghadirkan perspektif yang beragam sesuai dengan kebutuhan dan tantangan masing-masing fakultas di Universitas Syiah Kuala.
Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pemilihan Rektor secara kritis dan konstruktif, serta mendorong terwujudnya kepemimpinan Universitas Syiah Kuala yang berintegritas, kompeten, dan berpihak pada kepentingan mahasiswa serta masyarakat Aceh.


























