acehvoice.net – Aceh Utara – Ratusan korban banjir dari Dusun Bahagia, Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, hingga kini masih bertahan di tenda pengungsian yang tidak layak huni. Tenda darurat tersebut hanya terbuat dari terpal biru dengan dinding kain sarung dan didirikan secara seadanya di kebun sawit Dusun Bola Mas, Gampong Langkahan.
Salah seorang pengungsi menyebutkan, dampak banjir menyebabkan kerusakan parah pada permukiman warga. “Sekitar 95 persen rumah masyarakat di Gampong Rumoh Rayeuk hancur total, bahkan ada yang hilang,” ujar warga kepada Acehvoice, Selasa (23/12/2025).
Kondisi pengungsian dinilai sangat memprihatinkan. Para pengungsi yang didominasi anak-anak dan lansia masih kekurangan tenda layak huni, air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK). Hingga kini, fasilitas dasar tersebut belum tersedia di lokasi pengungsian.
Iwan, salah seorang pengungsi, mengungkapkan bahwa warga terpaksa mengambil air bersih dari lokasi lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tenda darurat.
“Warga tidur hanya beralaskan terpal, belum ada tempat yang layak. Keluhan kesehatan mulai muncul, banyak anak-anak mengalami batuk, gatal-gatal, dan demam. Tim medis memang sempat turun, tetapi tidak setiap hari,” ujar Rijal, pengungsi lainnya.
Para pengungsi berharap segera mendapat bantuan berupa tenda darurat yang layak atau hunian sementara agar dapat bertahan hidup dengan kondisi yang lebih manusiawi.
“Saat ini kami tinggal di pengungsian yang belum layak, hanya terpal dan tidur di tanah beralaskan terpal,” kata Rijal.


























