Acehvoice.net, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat komitmennya dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul dan kompetitif di tingkat global. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan program Sekolah Garuda, yang resmi diumumkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto di SMA Unggulan M.H. Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10).
Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan bahwa Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utama dari program ini adalah mencetak generasi muda Indonesia yang siap bersaing secara global dalam bidang sains, teknologi, dan industri.
“Harapannya, Sekolah Garuda bisa mencetak SDM-SDM unggul untuk berkompetisi dengan SDM dari negara lain,” ujar Brian dalam konferensi persnya.
Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mendukung anak-anak Indonesia yang memiliki minat tinggi terhadap riset dan inovasi industri. Sekolah Garuda akan menjadi wadah pembinaan akademik dan karakter yang menyiapkan siswa menuju perguruan tinggi unggulan dunia.
Jaringan Sekolah Garuda di Seluruh Indonesia
Saat ini, terdapat 12 lokasi Sekolah Garuda transformasi yang telah beroperasi di berbagai daerah Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi:
- SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh
- SMAS Unggul Del Toba
- MAN IC Ogan Komering Ilir
- SMANU M.H. Thamrin Jakarta
- SMA Cahaya Rancamaya Bogor
- SMA Pradita Dirgantara Boyolali
- SMA Taruna Nusantara Magelang
- SMA Banua Kalsel Banjarbaru
- SMAN Siwalima Ambon
- SMAN 10 Samarinda
- MAN IC Gorontalo
- SMA Averos Sorong
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan empat lokasi baru Sekolah Garuda di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan, Konawe, dan Bulungan, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Fokus Pembelajaran Berbasis STEM dan Pra-Universitas
Sekolah Garuda dirancang sebagai lembaga pendidikan berasrama setara SMA, dengan kurikulum penguatan pra-universitas. Pendekatan pembelajarannya berfokus pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) untuk membekali siswa dengan kemampuan analitis dan inovatif sejak dini.
Brian menjelaskan bahwa pendekatan ini diharapkan dapat menumbuhkan karakter unggul, disiplin, dan mandiri, sekaligus menyiapkan mereka sebagai calon pemimpin dan peneliti masa depan.
“Kami ingin memastikan anak-anak Indonesia punya kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi mereka, baik secara akademik maupun karakter, agar mampu berkontribusi di tingkat global,” tambahnya.
























