acehvoice.net — Aceh Tenggara — Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kapolres serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Tenggara atas keberhasilan penanganan bencana di wilayah tersebut.
Menurut Kapolda Aceh, Aceh Tenggara menjadi kabupaten pertama di Aceh yang berhasil menurunkan status dari darurat bencana ke tahap pemulihan pascabencana. Hal itu disampaikannya saat kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tenggara, Senin (19/1/2026).
“Saya sangat bangga kepada Polres Aceh Tenggara dan seluruh unsur Forkopimda. Kabupaten ini menjadi yang pertama menurunkan status dari darurat bencana ke pemulihan pascabencana,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah.
Jenderal bintang dua asal Tangse tersebut menilai keberhasilan itu tidak terlepas dari soliditas dan kerja sama antara bupati, Forkopimda, kapolres, dandim, serta seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama menghadapi dan menyelesaikan persoalan kebencanaan.
Ia menyebut kekompakan tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang melekat pada Kabupaten Aceh Tenggara. Kapolda Aceh meminta agar nilai kebersamaan itu terus dijaga dan diperkuat dalam membangun daerah ke depan.
Marzuki Ali Basyah juga mengaku melihat langsung kehadiran bupati, kapolres, dan dandim di tengah masyarakat, termasuk dalam menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana.
“Saya melihat semua unsur terlibat. Meski bantuan dari pusat belum tersedia saat itu, pemerintah daerah sudah bergerak lebih dulu. Kapolres dan personel juga turun langsung ke lapangan, padahal banyak di antara mereka juga terdampak bencana. Ini tidak mudah, tetapi karena semangat sepakat segenep, semuanya bisa dilalui. Tolong dipertahankan dan ditingkatkan,” katanya.
Selain itu, Kapolda Aceh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikan setiap persoalan di Aceh Tenggara dengan prinsip sepakat segenep demi mempercepat pemulihan. Ia menyinggung bahwa Aceh Tenggara menjadi daerah pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo saat bencana terjadi, yang menurutnya menunjukkan kuatnya komunikasi dan kepemimpinan Forkopimda setempat.
Ia juga meminta masyarakat mendukung langkah-langkah pemerintah dalam proses pemulihan. Jika masih terdapat kekurangan, Kapolda Aceh mengimbau agar dijadikan bahan evaluasi bersama, bukan untuk saling menyalahkan atau memperkeruh keadaan.
“Kesempurnaan hanya milik Allah. Kita semua punya keterbatasan. Jika ada kekurangan, mari kita perbaiki bersama dan saling menutupi, bukan justru membesar-besarkannya,” ujarnya.
Di akhir kunjungannya, Kapolda Aceh menegaskan kehadirannya di Aceh Tenggara untuk melihat langsung kebutuhan yang masih diperlukan masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan. Ia menyebut Polda Aceh memiliki empat unit helikopter dan turut membawa bantuan sembako untuk mendukung pemulihan.
“Saya ingin melihat langsung apa yang perlu didukung. Kita data kebutuhan masyarakat dan kita distribusikan bantuan agar semangat sepakat segenep ini terus terjaga,” pungkasnya.


























