Acehvoice.net, Banda Aceh – Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengajak tenaga kesehatan di ibu kota Provinsi Aceh untuk aktif mengikuti perkembangan terbaru di bidang kesehatan. Menurutnya, kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam dunia medis, dan tenaga kesehatan harus dapat menguasai isu serta teknologi terkini untuk memberikan pelayanan yang lebih baik.
“Para tenaga kesehatan di Banda Aceh harus menguasai isu dan perkembangan dunia kesehatan. Teknologi kesehatan saat ini berkembang sangat pesat, dan kita tidak boleh ketinggalan,” ujar Farid Nyak Umar saat memberikan pernyataan di Banda Aceh, Jumat (6/12).
Farid menekankan bahwa isu kesehatan saat ini berkembang dengan sangat cepat, dan tenaga kesehatan harus dapat beradaptasi dengan informasi terbaru yang ada. Di tengah kemajuan ilmu pengetahuan, penting bagi tenaga kesehatan di Banda Aceh untuk mengintegrasikan pengetahuan baru tersebut dengan kondisi pelayanan kesehatan yang ada di daerah.
“Kemajuan ilmu di bidang kesehatan harus terintegrasi dengan pelayanan kesehatan di Banda Aceh. Para tenaga kesehatan harus peka terhadap isu-isu terbaru agar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat,” jelas Farid.
Farid Nyak Umar juga mengajak para tenaga kesehatan untuk berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam isu kesehatan anak. Menurutnya, perhatian terhadap tumbuh kembang anak harus mencakup aspek fisik, emosional, sosial, dan intelektual, untuk memastikan terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.
“Tumbuh kembang anak harus diperhatikan secara holistik, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari aspek emosional, sosial, dan intelektualnya,” ungkapnya.
Farid berharap para tenaga medis, mulai dari dokter hingga kader posyandu, dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa peran tenaga kesehatan bukan hanya sebatas memberikan layanan medis, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan dalam keluarga dan masyarakat.
“Peran tenaga kesehatan bukan hanya memberikan pelayanan, tetapi juga sebagai pendidik dan teladan bagi keluarga di sekitar,” tegas Farid Nyak Umar.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banda Aceh, Lukman, menyampaikan harapan yang sama. Ia berharap seluruh tenaga kesehatan di Banda Aceh dapat menguasai isu kesehatan terkini, terutama yang berkaitan dengan kesehatan anak. Salah satu isu yang paling krusial, menurut Lukman, adalah stunting, yang menjadi perhatian serius pemerintah.
“Isu kesehatan yang berkembang saat ini lebih fokus pada peningkatan kualitas kesehatan anak, salah satunya adalah stunting. Ini adalah isu nasional yang perlu perhatian serius dan dikuasai oleh seluruh tenaga kesehatan,” ujar Lukman


























