Acehvoice.net, JAKARTA – Perusahaan teknologi Meta Platforms Inc. kembali melakukan pembaruan besar pada algoritma rekomendasi Facebook, sebagai langkah strategis untuk menyaingi dominasi TikTok di pasar video pendek.
Melalui peningkatan sistem rekomendasi, Facebook kini mampu lebih cepat mempelajari minat pengguna dan menampilkan video Reels yang lebih baru, relevan, serta personal. Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya Meta untuk mengembalikan posisi Facebook sebagai platform sosial yang dinamis dan diminati pengguna lintas generasi.
Dilansir dari The Verge, Rabu (8/10/2025), Meta menjelaskan bahwa pembaruan algoritma ini bertujuan agar pengguna lebih mudah menemukan konten menarik dari berbagai kreator. Pada Januari 2025, CEO Meta Mark Zuckerberg menyampaikan bahwa ia “bersemangat untuk membawa kembali semangat Facebook versi awal (Facebook OG)” — platform yang dulu menjadi pusat interaksi sosial global.
Perubahan tersebut membuat Facebook kini menampilkan hingga 50% lebih banyak video Reels dari kreator yang diunggah pada hari yang sama pengguna menonton. Dengan begitu, pengguna akan menemukan lebih banyak konten segar, sesuai tren, dan lebih relevan dengan preferensi pribadi.
Selain itu, Meta memperkenalkan fitur baru bernama “Friend Bubble”, yang muncul di kiri bawah setiap video Reels. Fitur ini menampilkan teman yang telah menyukai video tersebut. Jika pengguna mengetuk gelembung tersebut, mereka dapat langsung membuka obrolan pribadi dan berdiskusi tentang video yang sedang ditonton.
“Melihat reaksi dan suka dari teman-teman selalu menjadi inti dari pengalaman Facebook. Fitur-fitur seperti bubble ini membantu kami kembali ke akar sosial platform,” ungkap Meta dalam keterangan resminya.
Langkah ini juga mempertegas ambisi Meta untuk menjadikan Facebook sebagai platform video interaktif, bukan sekadar media berbagi status atau foto. Dengan sistem rekomendasi baru ini, Meta mencatat peningkatan waktu menonton video lebih dari 20 persen dari tahun ke tahun.
Tak hanya fokus pada algoritma, Meta juga mengumumkan kebijakan baru pada Juni 2025. Perusahaan akan mengonversi seluruh video Facebook menjadi format Reels, sekaligus menghapus batasan durasi video pendek agar kreator bisa lebih bebas berekspresi dan berinovasi.
Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi Meta untuk menghadapi persaingan ketat dengan TikTok, YouTube Shorts, dan platform video pendek lainnya. Dengan mengandalkan kecerdasan buatan (AI) dan sistem rekomendasi berbasis data perilaku pengguna, Facebook berharap dapat menarik kembali minat pengguna lama sekaligus menjangkau generasi muda.
Melalui pembaruan ini, Facebook ingin menunjukkan bahwa mereka tidak hanya beradaptasi dengan tren, tetapi juga membentuk ulang pengalaman sosial berbasis video yang lebih personal, interaktif, dan menghibur.























