Acehvoice.net – Fenomena eksploitasi anak di Banda Aceh semakin mengkhawatirkan. Anak-anak yang seharusnya menikmati masa kanak-kanak justru dipaksa turun ke jalan, mengemis, dan berjualan hingga larut malam. Mereka berkeliaran di berbagai sudut kota, dari warung kopi ke warung lainnya, membawa dagangan yang sama dengan wajah lelah dan tatapan penuh ketakutan. Situasi ini memicu kecurigaan bahwa mereka tidak bertindak sendiri, melainkan berada di bawah kendali pihak tertentu.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Banda Aceh dengan tegas mengecam praktik ini dan mendesak pemerintah serta aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Ketua PSI Banda Aceh, Nyak Andy Mu’arif, menyebut fenomena ini bukan sekadar anak-anak yang mencari nafkah, melainkan bagian dari jaringan eksploitasi yang terorganisir.
“Anak-anak ini bukan bekerja secara mandiri. Jika kita perhatikan, mereka menjual barang yang sama di titik-titik yang serupa dengan pola yang identik. Ini bukan kebetulan! Ada yang mengatur mereka, ada sistem yang berjalan, dan ini adalah bentuk kejahatan yang harus segera diberantas,” ujar Andy dengan nada geram.
Menurutnya, eksploitasi anak ini bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak tatanan sosial masyarakat. Jika tidak segera ditindak, praktik ini dikhawatirkan akan semakin meluas dan menjadi bagian dari realitas yang diterima begitu saja oleh masyarakat.
“Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk segera bertindak. Investigasi menyeluruh harus dilakukan untuk mengungkap siapa dalang di balik praktik ini. Jangan biarkan kejahatan ini terus berkembang dan merusak masa depan anak-anak Aceh!” tegasnya.
PSI menekankan bahwa Aceh dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi kehormatan dan martabat, bukan tempat bagi praktik eksploitasi keji semacam ini. Oleh karena itu, tindakan konkret dari pihak berwenang sangat dinantikan oleh masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun kepolisian terkait desakan PSI ini. Namun, keresahan publik terus meningkat. Apakah pihak berwenang akan segera bertindak, atau justru membiarkan eksploitasi ini terus berlangsung? Waktu yang akan menjawab.[]


























