acehvoice.net – Banda Aceh – Pernyataan Ketua DPR Aceh terkait kinerja Pemerintah Aceh, khususnya terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh M. Nasir, mendapat respons dari internal Partai Aceh (PA).
Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Aceh Kota Subulussalam mengingatkan seluruh kader PA yang berada di Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) agar tetap menjaga soliditas dan mendukung jalannya pemerintahan Aceh.
Sekretaris DPW PA Subulussalam, Ardhiyanto Ujung atau yang akrab disapa Toto, menilai pernyataan yang berkembang di ruang publik berpotensi menimbulkan kesan adanya serangan terhadap Sekda Aceh selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA). Menurutnya, hal tersebut dapat memicu persepsi negatif di tengah masyarakat apabila tidak disikapi secara bijak.
“Pengalaman masa lalu harus menjadi pelajaran. Saat PA memegang tampuk pemerintahan, justru pernah terjadi perpecahan internal. Masa kelam itu tidak boleh terulang,” ujar Toto kepada Waspada, Jumat (30/1/2026).
Toto menekankan pentingnya menjaga komunikasi internal partai, khususnya antara unsur eksekutif dan legislatif yang saat ini sama-sama diisi oleh kader Partai Aceh. Ia mengingatkan agar setiap pernyataan publik disampaikan secara terukur dan tidak menimbulkan tafsir yang dapat merugikan soliditas partai.
Menurutnya, Sekda Aceh merupakan pejabat yang mendapat kepercayaan penuh dari Gubernur Aceh. Oleh karena itu, jika terdapat hal-hal yang perlu dikritisi, sebaiknya disampaikan melalui jalur komunikasi internal, bukan melalui pernyataan terbuka di media.
DPW PA Subulussalam berharap seluruh kader PA di DPRA dapat lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan ke publik agar tidak menimbulkan kesan adanya konflik internal antara sesama kader Partai Aceh.
“Gubernur dan Ketua DPRA sama-sama berasal dari Partai Aceh. Seharusnya komunikasi dapat terbangun dengan baik tanpa perlu membuka polemik di ruang publik,” tegas Toto.
Ia juga mengingatkan bahwa Aceh saat ini masih berada dalam fase pembangunan pascabencana alam. Karena itu, seluruh unsur pemerintahan diharapkan bersatu dan menahan diri dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
DPRA sebagai bagian dari Pemerintah Aceh, lanjut Toto, memiliki peran strategis dalam mendukung pemerintahan yang dipimpin oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem). Kader PA di daerah berharap eksekutif dan legislatif dapat saling bersinergi demi pembangunan Aceh dan kesejahteraan masyarakat.
Momentum kepemimpinan eksekutif dan legislatif yang sama-sama dipegang Partai Aceh, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal untuk kemajuan Aceh dan penguatan Partai Aceh ke depan.


























