Acehoice.net, Banda Aceh – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Mehran Gara, mengimbau kepada Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait di pemerintahan kota untuk rutin merazia pedagang takjil selama bulan Ramadan. Imbauan ini bertujuan untuk menjaga keamanan pangan dan mencegah penjualan makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, seperti boraks dan formalin.
Mehran menyampaikan bahwa selama bulan puasa, banyak pedagang yang menjual takjil di sepanjang jalan menjelang waktu berbuka puasa. Di sisi lain, banyak warga yang mencari makanan dan minuman untuk berbuka. Namun, untuk menjaga kesehatan masyarakat, dia meminta BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Pangan, dan Satpol PP untuk melakukan razia di lokasi-lokasi penjual takjil, guna mencegah pedagang yang memanfaatkan momen Ramadan dengan menjual makanan berbahaya.
“Sangat disayangkan jika ada pedagang yang memanfaatkan kesempatan ini demi keuntungan sesaat. Biasanya mereka menambahkan bahan pengawet seperti boraks dan formalin pada makanan yang dijual,” ujar Mehran, Sabtu, 1 Maret 2025. Formalin, menurutnya, adalah bahan pengawet yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kanker jika masuk ke dalam tubuh.
Mehran menjelaskan ciri-ciri makanan yang mengandung formalin, antara lain warna makanan yang mencolok dan daya tahan makanan yang bisa bertahan hingga tiga hari. Selain itu, makanan yang mengandung formalin juga tidak mudah hancur dan tidak dihinggapi lalat. Sementara itu, boraks, yang biasanya digunakan sebagai bahan solder, pembersih, atau pengawet kayu, juga sering ditemukan pada makanan yang dijual pedagang nakal.
“Bahan pengawet seperti boraks ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Jika masuk ke dalam tubuh, bisa menimbulkan kerusakan serius,” kata Mehran. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada warga Banda Aceh untuk berhati-hati dalam memilih takjil dan menjaga kesehatan diri serta keluarga.
Sebagai anggota Komisi IV DPRK Banda Aceh, Mehran menegaskan pentingnya perhatian semua pihak terhadap masalah ini untuk melindungi warga dari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh makanan yang mengandung bahan berbahaya. Dia berharap pihak-pihak terkait terus meningkatkan pengawasan dan merazia pedagang takjil selama Ramadan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.


























