acehvoice.net – Aceh Utara – Aceh Utara kembali dilanda banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Tingginya curah hujan membuat sejumlah kecamatan dan ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi, memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat aman.
Di Kecamatan Tanah Jambo Aye, kawasan yang terdampak paling parah berada di Gampong Matang Arongan, di mana tinggi air mencapai sekitar 80 sentimeter. Informasi tersebut disampaikan Kapolres Aceh Utara AKBP Trie Aprianto melalui Kapolsek Tanah Jambo Aye, Iptu Agus Alfian Halomoan Lubis, pada Minggu, 23 November 2025. Sebanyak 15 kepala keluarga dilaporkan terdampak dan 5 di antaranya telah mengungsi ke meunasah setempat untuk mengamankan diri.
Banjir juga merendam sejumlah gampong lain seperti Ranto Panyang, Gampong Teupin Bayu, dan Gampong Teupin Gajah. Ketinggian air di kawasan tersebut berkisar antara 10 hingga 50 sentimeter sehingga aktivitas masyarakat terganggu. Aparat gampong dan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi tetap terkendali.
Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya tetap siaga menghadapi peningkatan debit air sewaktu-waktu. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika situasi air berubah menjadi berbahaya. Warga juga diminta mengamankan dokumen penting dan menghindari area aliran air deras demi keselamatan keluarga.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih melakukan pendataan dampak banjir. Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Muntasir Ramli, menyebutkan bahwa proses rekapitulasi sedang berlangsung.
BPBD Aceh Utara mencatat lima kecamatan terdampak banjir yaitu Tanah Jambo Aye, Seunuddon, Baktiya, Muara Batu, dan Langkahan. Di beberapa gampong, seperti Teupin Bayu, Cempedak, Samakurok, Matang Drien, hingga Meunasah Geudong, air menggenangi rumah dan fasilitas umum. Kecamatan Seunuddon serta Baktiya juga mengalami kondisi serupa di banyak titik permukiman.
Di Lhokseumawe, lebih dari seratus rumah dinas di Asrama Korem 011 Lilawangsa ikut terendam dengan ketinggian air 40–50 sentimeter. Komandan Korem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi prajurit dan keluarganya yang harus begadang untuk menyelamatkan barang-barang dari genangan.
Ia memerintahkan prajurit menempati mess satuan sampai situasi benar-benar pulih agar keluarga dapat beristirahat dengan aman. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Aceh merupakan daerah yang rawan banjir dan membutuhkan perbaikan sistem drainase yang memadai.
Pemerintah daerah bersama aparat terkait kini terus berkoordinasi untuk mempercepat penanganan darurat dan menjaga keselamatan warga yang terdampak.


























