Acehvoice.net – Peureulak – Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I, M.S.I kembali menunjukkan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dengan memimpin apel pagi bersama para tenaga medis di Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Abdul Azis Syah (RSUD SAAS) Peureulak, Rabu, 23 April 2025.
Dalam arahannya, Al-Farlaky menegaskan bahwa apel tersebut bukan bentuk tekanan struktural, melainkan sarana memperkuat sinergi dalam sistem tata kelola yang baik dan bertanggung jawab.
“Jangan menganggap apel ini sebagai bentuk penekanan. Ini adalah momen untuk saling mengingatkan dan menyatukan komitmen bersama dalam melayani masyarakat,” kata Bupati.
Sebagai pimpinan baru yang baru sebulan menjabat, Al-Farlaky menegaskan niatnya untuk menyelaraskan ritme kerja, terutama di lini layanan kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dengan berdiri tegak di bawah terik matahari tanpa pelindung, Bupati ingin memberi contoh keteladanan serta membangun komunikasi yang kuat dan langsung dengan para tenaga medis.
“Rumah sakit adalah tempat harapan bagi masyarakat. Tidak seperti di bank atau hotel, orang datang ke rumah sakit dengan wajah cemas, gelisah, bahkan berduka. Di sinilah pentingnya peran kita untuk hadir dengan senyum, sapa, dan tegur,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peran vital Instalasi Gawat Darurat (IGD) sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan. Iskandar meminta seluruh jajaran memastikan IGD tetap siaga dan memberikan layanan prima tanpa henti selama 24 jam.
“Masyarakat kita datang dari berbagai pelosok berlatarbelakang yang berbeda-beda. Mereka wajib kita perlakukan sama tanpa sekat. Jangan sampai datang ke IGD masyarakat harus pulang dan terlayani,” tandas Al-Farlaky.
Menutup arahannya, Al-Farlaky menyampaikan rencananya menerapkan sistem penghargaan dan sanksi yang tegas. ASN yang menunjukkan dedikasi akan mendapatkan promosi, sementara pelanggar disiplin siap menerima konsekuensi serius.
“Namun bagi yang melanggar disiplin, akan diberikan sanksi tegas mulai dari teguran, pemotongan TPP, penurunan pangkat, hingga pemecatan,” tegas Al-Farlaky.
Selepas apel, Bupati menyempatkan diri menyapa pasien yang tengah menunggu layanan dan meninjau sejumlah ruangan manajemen. Agenda ini ditutup dengan pertemuan tertutup bersama jajaran direksi rumah sakit.[]


























