Acehvoice.net – Al-Farlaky FC resmi melayangkan protes atas dugaan ketidaknetralan perangkat pertandingan di Liga 4 PSSI Aceh. Sejumlah keputusan wasit dalam laga melawan Persidi Idi, PSBL Langsa, dan PSLS Lhokseumawe dinilai merugikan tim.
Dalam pertandingan melawan Persidi Idi (12 Februari), wasit mengubah keputusan dari tendangan bebas menjadi penalti setelah mendapat protes dari lawan. Sementara itu, dalam laga kontra PSBL Langsa, dugaan handsball di kotak penalti lawan tidak dianggap pelanggaran. Puncaknya, dalam pertandingan melawan PSLS Lhokseumawe (16 Februari), gol yang awalnya tidak sah akhirnya disahkan setelah diskusi wasit dan hakim garis, memicu kericuhan dan penundaan laga.
Dari pers rilis yang diterima acehvoice.net, presiden Klub Al-Farlaky FC, Iskandar Usman Al-Farlaky, meminta Komdis PSSI Aceh mengusut dugaan mafia bola, membatalkan hasil pertandingan yang dianggap tidak adil, serta menunda semifinal hingga investigasi selesai. Surat protes juga telah ditembuskan ke PSSI Pusat di Jakarta.
Masyarakat sepak bola Aceh kini menantikan tindakan tegas demi menjaga integritas kompetisi.
[Pers rilis resmi Al-Farlaky Fc)


























