acehvoice.net – Aceh Tamiang – Pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang hingga kini masih menghadapi krisis air bersih dan keterbatasan fasilitas dasar di sejumlah lokasi pengungsian. Kondisi tersebut menimbulkan keluhan dari warga yang terdampak, terutama terkait minimnya bantuan dan lambannya respons pemerintah daerah.
Di beberapa titik pengungsian seperti Kecamatan Karang Baru dan Manyak Payed, fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) dilaporkan belum berfungsi optimal. Sumur bor yang sempat dibangun hanya beroperasi dalam waktu singkat sebelum akhirnya tidak dapat digunakan kembali.
Salah seorang pengungsi, Dewi Utari, mengungkapkan kepada awak media bahwa kesulitan air bersih menjadi persoalan paling mendesak yang dihadapi warga di pengungsian.
“Sejak banjir, kami sangat kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur bor yang dibuat hanya berfungsi sebentar, sekarang mati. Untuk mandi dan mencuci kami harus antre atau mencari sendiri. Ini kondisi darurat, tapi perhatian pemerintah daerah sangat minim,” ujar Dewi.
Ia juga menambahkan bahwa bantuan logistik yang diterima pengungsi belum merata dan tidak berkelanjutan.
“Yang banyak membantu kami justru relawan dan TNI. Dari pemerintah daerah hanya datang sesekali, itu pun lebih banyak pendataan. Sampai sekarang belum ada solusi nyata untuk kebutuhan dasar kami,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Zulfikar, pengungsi asal Kecamatan Karang Baru. Ia menilai penanganan pascabencana banjir berjalan lambat dan belum menyentuh kebutuhan utama masyarakat.
“Kami tidak menuntut yang berlebihan, hanya air bersih, MCK yang layak, dan dapur umum yang benar-benar berfungsi. Sudah berhari-hari kami di pengungsian, tapi kondisi seperti ini seakan dibiarkan,” ujar Zulfikar kepada wartawan.
Menurutnya, masyarakat berharap pemerintah daerah tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga segera mengambil langkah konkret di lapangan.
“Kami berharap pemda jangan hanya datang melihat, tapi benar-benar hadir menyelesaikan masalah. Ini menyangkut kesehatan dan keselamatan warga,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait penyaluran bantuan lanjutan dan solusi atas krisis air bersih di lokasi pengungsian. Warga berharap adanya perhatian serius agar kondisi pengungsi tidak semakin memburuk.


























