Acehvoice.net – Sebuah foto yang beredar luas di media sosial memperlihatkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Aceh, Ayub Abbas, tengah menyerahkan map berwarna merah kepada Muharuddin, mantan Ketua DPR Aceh. Foto tersebut memicu berbagai spekulasi publik, khususnya di kalangan masyarakat dan pengamat politik lokal.
Banyak pihak menduga bahwa penyerahan map tersebut merupakan simbol penunjukan Muharuddin sebagai Ketua DPR Aceh, menggantikan Zulfadhli. Ada pula yang berspekulasi bahwa Muharuddin ditunjuk untuk mengisi posisi Ketua Fraksi Partai Aceh di DPR Aceh, menggantikan Teungku Anwar Ramli. Namun, seluruh spekulasi itu ternyata tidak benar.
Mengutip laporan dari Pintoe.co, seorang sumber internal dari Partai Aceh membantah seluruh rumor yang beredar. Menurut sumber tersebut, Muharuddin resmi ditunjuk sebagai Kepala Administrasi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, bukan menduduki posisi strategis di lembaga legislatif.
Penyerahan map berisi dokumen administratif itu dilakukan dalam rapat perdana DPP Partai Aceh yang berlangsung pada Senin, 14 April 2025, tak lama setelah Ayub Abbas ditetapkan sebagai Sekjen menggantikan Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak, yang wafat di Tanah Suci pada 19 Maret 2025.
Juru Bicara Partai Aceh, Nurzahri, memberikan konfirmasi resmi mengenai hal ini. Ia mengatakan bahwa penunjukan Muharuddin sebagai Kepala Administrasi Kantor Partai Aceh adalah bagian dari upaya pembenahan internal organisasi setelah kepemimpinan baru terbentuk.
“Benar, (itu foto) penyerahan berkas administrasi kantor kepada Tgk Muhar, karena Tgk Muhar ditunjuk sebagai Kepala Administrasi Kantor Partai Aceh,” ungkap Nurzahri.
Nurzahri juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi penataan ulang struktur administratif DPP Partai Aceh di bawah komando Ayub Abbas sebagai Sekretaris Jenderal yang baru.
Penunjukan Muharuddin ke posisi ini menandai kembalinya tokoh berpengalaman ke lingkungan struktural partai. Meskipun bukan jabatan politik di legislatif, posisi Kepala Administrasi tetap memiliki peran penting dalam memastikan jalannya roda organisasi partai secara tertib dan profesional.
Sementara itu, Partai Aceh sendiri tengah dalam fase transisi pasca meninggalnya Abu Razak, tokoh sentral yang selama ini dikenal luas sebagai Sekjen Partai Aceh. Penataan struktur ini diyakini sebagai upaya memperkuat soliditas partai menjelang kontestasi politik selanjutnya di Aceh.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, diharapkan publik tidak lagi termakan spekulasi yang menyesatkan. Muharuddin saat ini hanya fokus menjalankan tugasnya sebagai Kepala Administrasi DPP Partai Aceh dan belum menjabat di posisi legislatif seperti yang ramai dibicarakan.


























