Acehvoice.net – Sebanyak 1.022 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Batch 3 tahun 2025 resmi mengikuti program Pendidikan Dasar Militer dan Pelatihan Manajerial yang diselenggarakan di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) Iskandar Muda, Aceh Besar.
Program ini merupakan kolaborasi strategis antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dan TNI Angkatan Darat, yang bertujuan membentuk calon pemimpin muda berkualitas, berkarakter, dan berintegritas tinggi.
Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Niko Fahrizal, membuka langsung kegiatan ini pada Senin (tanggal tidak disebut). Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pembinaan karakter dan disiplin sejak dini guna mencetak generasi muda yang mampu menjawab tantangan pembangunan nasional.
“Program ini adalah titik awal dalam membentuk pribadi tangguh, disiplin, dan nasionalis. Mereka akan menjadi agen perubahan di berbagai daerah di Indonesia,” ujar Pangdam IM.
Peserta SPPI Batch 3 berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Aceh. Selama tiga bulan ke depan, mereka akan menjalani pelatihan intensif yang menggabungkan unsur pendidikan militer dan pelatihan manajerial, sebagai bagian dari persiapan menghadapi tugas nyata di lapangan.
Upacara pembukaan berlangsung dengan khidmat, ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis, penyampaian sambutan resmi, serta deklarasi kesiapan oleh perwakilan peserta. Suasana semangat dan antusiasme tampak menyelimuti para peserta yang siap menjalani proses pembinaan.
Program SPPI merupakan bagian dari program prioritas nasional, khususnya dalam mendukung Program Strategis Makan Bergizi Gratis yang menyasar wilayah-wilayah terpencil di Indonesia. Dalam pelaksanaannya nanti, para lulusan SPPI akan bertugas sebagai Kepala Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat kecamatan dan kabupaten.
Dengan posisi strategis ini, para sarjana SPPI diharapkan mampu memastikan distribusi makanan bergizi bagi anak-anak Indonesia, sebagai langkah nyata mendukung peningkatan kualitas SDM nasional.
Pangdam IM turut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tetap menjaga semangat dan kedisiplinan selama pelatihan. Ia berharap para peserta dapat menjadikan momentum ini sebagai awal dari pengabdian yang lebih luas kepada bangsa dan negara.
“Jadilah pribadi tahan uji, pantang menyerah, dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang akan membawa perubahan di wilayah tugas masing-masing,” pesannya.
Program SPPI tak hanya mencetak lulusan dengan kemampuan teknis dan manajerial, tetapi juga menanamkan nilai kebangsaan, gotong royong, dan kepemimpinan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan Indonesia masa depan.


























