acehvoice.net — Jakarta — Pemerintah pusat dan daerah kembali menegaskan komitmen percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir dan longsor di Provinsi Aceh melalui agenda koordinasi khusus bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan pemangku kepentingan terkait.
Dalam pertemuan yang digelar di Jakarta, para pejabat pusat dan perwakilan pemerintah Aceh membahas langkah strategis menyinergikan rencana aksi (Renaksi) dari berbagai kementerian/lembaga serta rencana rehabilitasi dari pemerintah daerah. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat proses pemulihan infrastruktur, konektivitas, dan layanan dasar masyarakat di daerah terdampak.
Diskusi tersebut melibatkan berbagai pihak termasuk perwakilan pemerintah daerah Aceh, kementerian teknis, serta sejumlah lembaga negara untuk memastikan bahwa rencana rehab-rekon pascabanjir dan longsor dapat terlaksana efektif dan terintegrasi dengan kebijakan nasional.
Upaya percepatan ini juga selaras dengan pembentukan satu komando nasional yang dikomandoi Satgas Percepatan Rehab-Rekon Wilayah Aceh, dengan tujuan mengatasi kendala di lapangan secara cepat serta memaksimalkan koordinasi lintas sektor. Menurut salah satu narasumber, komitmen pemerintah pusat melalui koordinasi intensif ini menunjukkan respon yang lebih cepat dibanding program rehab-rekon terdahulu.
Selain koordinasi kebijakan, pemerintah pusat juga terus memperkuat dukungan program di lapangan, termasuk pemulihan jalan, sarana air bersih, sanitasi, fasilitas publik, serta dampak sosial ekonomi bagi warga terdampak. Fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur dasar dapat segera berfungsi lagi sehingga aktivitas warga kembali normal dan perekonomian lokal bangkit.
Langkah percepatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendukung fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan yang berkelanjutan, dengan tujuan memastikan Aceh dapat pulih secara komprehensif dari dampak bencana banjir dan longsor.


























