Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si, menyambut kunjungan kerja Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M, dalam rangka pengiriman bantuan hunian sementara (huntara) dan buka puasa bersama di Gampong Beusa Seberang, Kecamatan Peureulak Barat, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan santunan kepada anak yatim dan paket sembako bagi masyarakat yang kini menempati huntara pascabanjir di Aceh Timur.
Dalam sambutannya, Bupati Al-Farlaky menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala BNPB beserta jajaran yang dinilai aktif mendampingi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sejak hari-hari awal bencana.
Menurutnya, BNPB terlibat mulai dari penanganan darurat, verifikasi kerusakan rumah, hingga percepatan pembangunan huntara bagi warga terdampak banjir.
Di hadapan Kepala BNPB, Bupati juga memaparkan sejumlah persoalan di lapangan, termasuk terkait data rumah terdampak. Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mengusulkan lebih dari 8.000 unit rumah terdampak, namun sekitar 3.500 unit dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Bupati menilai verifikasi awal menggunakan formulir berbasis bencana gempa, sehingga kurang relevan untuk kondisi banjir yang memiliki karakteristik kerusakan berbeda.
“Karakter bencana gempa dan banjir berbeda. Pada banjir, struktur rumah bisa saja tetap berdiri, tetapi lumpur dan dampak rendaman menyebabkan rumah tidak layak huni,” ujar Al-Farlaky.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah tetap bekerja maksimal meski di awal penanganan menghadapi keterbatasan fasilitas, seperti jaringan internet dan perangkat komputer. Bersama camat, keuchik, BPBD, dan Forkopimda, pemerintah berhasil menghimpun hampir 25 ribu data warga terdampak.
Terkait bantuan rumah rusak, Bupati menyebut dana sekitar Rp298 miliar telah tersedia di rekening penyalur melalui Bank Syariah Indonesia (BSI). Namun, ia mengusulkan agar Bank Aceh Syariah turut dilibatkan agar proses pencairan lebih cepat dan tidak menimbulkan antrean panjang.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyatakan pembangunan huntara di Aceh Timur menunjukkan progres signifikan. Dari lebih 3.000 unit yang direncanakan, sebagian besar disebut telah rampung.
Ia menegaskan, BNPB telah hadir sejak hari pertama bencana pada 26 November 2025 dan akan terus mendampingi hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.
Selain huntara, BNPB bersama Kementerian Sosial RI juga menyalurkan bantuan jatah hidup (jadup) sebesar Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan, serta bantuan perabotan senilai Rp3 juta per keluarga.
Kunjungan kerja ini menegaskan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan BNPB dalam memastikan percepatan penanganan pascabanjir, mulai dari hunian sementara hingga bantuan rumah bagi masyarakat terdampak.


























