acehvoice.net — Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, melayat ke rumah duka empat pelajar yang meninggal dunia akibat musibah tenggelam di kawasan Kuala Peudawa, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin (23/3/2026).
Dalam kunjungan duka tersebut, Bupati turut menyerahkan bantuan dan santunan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian dan empati Pemerintah Kabupaten Aceh Timur atas tragedi yang menimpa para pelajar tersebut.
Bupati Al-Farlaky bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Timur tiba di rumah duka dan larut dalam suasana haru. Ia juga mengikuti tahlilan bersama majelis samadiah yang digelar untuk mendoakan para korban.
“Atas nama pemerintah dan kepala daerah, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa setiap yang bernyawa pasti akan kembali kepada Allah SWT dengan berbagai sebab yang telah ditetapkan,” ujar Al-Farlaky, Rabu (25/3/2026).
Ia juga mengajak keluarga korban untuk tetap tabah dan mengikhlaskan kepergian anak-anak mereka, meski diakui duka tersebut sangat berat untuk dihadapi.
“Kita berharap keluarga dapat mengikhlaskan kepergian mereka. Memang tidak mudah, namun Allah telah menyiapkan yang terbaik di balik musibah ini. Kita doakan seluruh korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya.
Setelah mengikuti tahlilan, Bupati Aceh Timur juga melayat langsung ke pusara tiga korban yang dimakamkan dalam satu perkarangan yang tidak jauh dari rumah keluarga korban.
Sebelumnya, musibah tragis tersebut menimpa lima pelajar asal Desa Alue Itam, Kecamatan Peudawa, sekitar pukul 11.00 WIB. Mereka diketahui berada di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kuala Peudawa saat kejadian terjadi pada Senin (23/3/2026).
Dari lima pelajar tersebut, empat orang dinyatakan meninggal dunia setelah sempat hilang, sementara satu pelajar lainnya berhasil selamat.
Korban selamat diketahui bernama Rafi (10), warga Dusun Sematok. Sementara empat korban meninggal dunia masing-masing Naura (13), warga Dusun Tepi Sungai; M. Afdal (8) dan Aliya (12), keduanya warga Dusun Sematok; serta Agustina (13), yang juga merupakan warga Dusun Sematok, Desa Alue Itam.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Aceh Timur, sekaligus menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan terhadap aktivitas anak-anak di kawasan perairan.


























